suararakyat.online

Bagikan Artikel

Aceh Timur – suararakyat.online

Patra mengajak saudara saudara kita eks Kombatan GAM yang tergabung di semua lintas sektor/intansi agar memahami dengan bijak apa yang mendasari serta apa yang sebenarnya terjadi ditengah masyarakat Aceh Timur saat ini. Sesuai fakta hukum siapa yang dirugikan dengan kasus dugaan korupsi beasiswa dan bantuan BRA.

Patra Selaku ketua DPW Forkab Aceh Timur juga menyatakan bahwa:
Saya dan rekan rekan yang menyuarakan keadilan semata mata demi tegaknya supremasi hukum dan keadilan untuk mahasiswa Aceh serta korban konflik lain nya, kita semua tau dan berita terkait dugaan penyimpangan korupsi beasiswa Serta bantuan korban konflik melalui BRA telah viral. Dan itu yang kami suarakan semata mata untuk kemaslahatan umat khususnya mahasiswa dan korban konflik Aceh. Jadi tudingan age bahwasanya tuntutan keadilan melalui demo kemaren bahwa Kami di tukangi itu tidak mendasar. Kami bergerak Atas hati nurani. Bukan atas perintah siapapun. Dan hal Ini juga di bantah oleh peserta aksi lain nya kemarin dengan mengungkapkan fakta – fakta hukum bahwasanya memang telah ada persidangan pada kasus bea siswa. Kami demo karena
lambannya Kejati dalam penetapan tersangka pada kasus BRA, padahal kita tau, kajati sudah tingkatkan tahap penyelidikan ke penyidikan. Jadi siapapun yang bersalah ya harus di usut tuntas, kita juga tidak Mau menuduh seseorang. Namun fakta hukumlah yang berbicara,
Jangan hanya demi mempertahankan seorang oknum pelaku korupsi sehingga hak hak mahasiswa dan masyarakat korban konflik terabaikan. Kita tetap menjunjung tinggi azas praduga tidak bersalah serta azas demokrasi masyarakat. Penyampaian informasi berdasarkan fakta hukum. Kami tidak ada niat sama sekali untuk menumbalkan seseorang, ujar Tokoh muda pro demokrasi dan keadilan Ini.

Patra juga melanjutkan pernyataan nya serta mengajak semua elemen masyarakat Aceh Timur pro keadilan dan kebenaran. mari kita para pemuda dan pemudi Aceh. eks pejuang Aceh, mari sama sama kita berpikir secara normatif, kasian kita para korban konflik dan DOM ataupun Masyarakat / simpatisan. Dulu Mareka menjaga kita, nah , sekarang giliran kita balas budi untuk membantu memenuhi hak Mareka, Jangan demi mempertahankan pelaku uknum dugaan koruptor kita antar Lembaga terbentur, Saya selaku ketua DPW Forkab Aceh Timur tidak pernah berniat memojokkan seseorang ataupun saudara kami di KPA dalam aksi dikejati , kami yang tergabung dalam forkab juga ada eks Kombatan GAM yang kami perjuangkan hak hak nya begitu juga hak masyarakat yang di zalimi dan tertindas.

Ini perlu digaris bawahi. Ujar pejuang keadilan Ini, tuntutan Kami di depan Kajari IDI kemaren murni membela rakyat dan kami bukan orang bayaran seperti opini segelintir uknum yang menuding Kami ada yang menggerakkan.

Diakhir rilis persnya. Patra seorang Pemuda yang murah’ senyum dan berjiwa sosial Ini mengajak semua komponen pemuda, juga panglima Wanda Julok untuk berfikir secara rasional demi perubahan Aceh Timur yang bermartabat, cemerlang, berkeadilan serta terbebas dari para tipu daya dan para koruptor. Tutupnya”.

Fikri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *