suararakyat.online

Bagikan Artikel

 

Baru-baru ini Polres Aceh Tenggara megungkap 2 kasus bandar narkoba jenis sabu berinisial HP (25 Tahun) Petani dengan barang bukti sabu 7,25 gr dan terhadap bandar berinisial NR (31 Tahun) Ibu Rumah Tangga dengan barang bukti sabu 20,58 gr.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP R. Doni Sumarsono, S.I.K, M.H, melalui Plt. Kasi Humas Ipda Patar Erwinsyah Nababan, S.H. membenarkan adanya pengungkapan kasus bandar sabu di wilayah Aceh Tenggara, hal ini merupakan upaya pemberantasan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara sampai ke akarnya.

…. Mengapresiasi Polres Aceh Tenggara yang telah berhasil membekuk bandar narkoba walaupun dengan modus yang tidak diduga oleh masyarakat umum, seperti pengungkapan bandar NR yang berkamuflase sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) namun dapat tercium berbekal informasi dari masyarakat, begitu juga dengan bandar HP berkamuflase sebagai seorang petani di desanya.

… juga menerangkan bahwa kalangan remaja dijadikan sebagai jasa kurir untuk modus menghilangkan jejak para bandar yang selama ini menjadi senjata sakti guna memutus mata rantai peredaran Narkoba telah terbaca oleh aparat keamanan, sehingga para bandar tidak bisa berdalih dan harus menempati hotel prodeo.

Memang sangat disayangkan para bandar merekrut kurir dari kalangan remaja dengan imbalan hanya sebatas bisa menggunakan narkoba secara gratis, namun upaya aparat keamanan dan berbekal informasi dari masyarakat modus ini sudah mulai terungkap.

Mengungkap jaringan pengedar narkoba tidaklah semudah yang kita bayangkan karena Polisi harus betul-betul jeli dalam menjejaki, mengintai dan memastikan barang bukti ada pada pelaku apalagi narkoba jenis sabu yang mudah disembunyikan atau dihilangkan oleh para pelaku, menyulitkan aparat keamanan dalam situasi tertentu.

Selain itu, bandar narkoba jenis sabu di Aceh Tenggara terkadang muncul dari sosok yang tidak terduga seperti ibu rumah tangga dan lansia berkamuflase dengan usaha dagang lainnya.

Sehingga setiap pengungkapan kasus narkoba patut kita apresiasi tanpa melihat besar kecilnya karena semua merupakan upaya pemberantasan di Kabupaten Aceh Tenggara sesuai komitmen Kapolres Aceh Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *