suararakyat.online

Bagikan Artikel

 

suararakyat.online – Labuhanbatu

Proses Hukum Pengerusakan Kelapa Sawit Ibu Romian br. Nainggolan (70) warga Dusun VII Alur Naga seberang desa pangkatan kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu, yang terjadi Rabu, 21/04/2023 Terus Berjalan, kasus ini sudah dilaporkan pada tanggal 26/04/2023 dengan LP/B/545/IV/2023/ SPKT RES – Labuhanbatu/POLDA SUMUT.ungkap roganda anak dari Alm.Romian.

Sementara kuasa hukum beriman panjaiatan, SH.MH mengatakan untuk dapat menuntaskan kasus ini, para penyidik polres Labuhanbatu melakukan gelar perkara, yang mana Gelar perkara merupakan bagian dari proses dan sistem peradilan pidana terpadu (integrated criminal justice system).

Lanjutnya, Secara formal, gelar perkara dilakukan oleh penyidik dengan menghadirkan pihak pelapor dan terlapor. Jika tidak menghadirkan pelapor dan terlapor maka gelar perkara yang dilakukan, dapat cacat hukum.

 

Lebih jauh beriman menjelaskan, gelar perkara atau biasa disebut dengan ekspos perkara juga harus dihadiri langsung oleh pihak pelapor dan terlapor. Tak boleh diwakilkan oleh pihak lain.

Selain itu, gelar perkara juga mesti dihadiri ahli yang independen, kredibel, dan tidak memiliki catatan hukum. Dari gelar perkara yang menghadirkan pelapor, terlapor dan juga saksi ahli maka diharapkan dihasilkan kejelasan perkara.

 

Gelar Perkara Menurut Pasal 15 Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana (“Perkapolri 14/2012”) gelar perkara merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari penyidikan. Adapun tahap kegiatan penyidikan dilaksanakan meliputi:
penyelidikan; pengiriman SPDP, upaya paksa; pemeriksaan; gelar perkara; penyelesaian berkas perkara; penyerahan berkas perkara ke penuntut umum, penyerahan tersangka dan barang bukti; dan penghentian Penyidikan.
Dan Sebelum dilakukan Penahanan maka dapat dilakukan mekanisme gelar perkara, bebernya.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *