suararakyat.online

Bagikan Artikel

 


Aceh Timur –  suararakyat.online

pantauan awak media yang pada malam Minggu 11 Mei 2024 pukul 21:00 WIB sampai selesai,dalam hal kegiatan kepedulian umat secara rutin oleh beberapa unsur masyarakat.masyarakat Aceh Timur pencinta Syariat Islam melakukan hisbah yang kesekian kalinya di ibukota Aceh Timur dengan membaca WAQULJA dan lafaz AZAN, di beberapa tempat warung kopi maupun cafe,yang di duga tempat tersebut kerap berkumpulnya muda-mudi di gelap gelapan yg belum terikat tali pernikahan.


Terlihat beberapa masyarakat yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut, salah satu di antara mereka,”hisbah kali ini meminta kepada Masyarakat yang ada di kafe-kafe, untuk tidak melangar syari’at dan menjaga batas waktu malam bagi muda-mudi yang kurangnya pengawasan orang tua dan keluarga,bahkan pihak pemerintah Aceh Timur.Maka kami mengajak kepada seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk segera membuat rapat (temu ramah) dengan berbagai tokoh agama di Aceh Timur untuk penerapan syari’at Islam secara kaffah”.Ucap salah satu masyarakat peduli syari’at yang tidak mau di sebutkan namanya.

“Dalam hal ini yang terhormat bapak PJ Bupati Aceh timur, bapak ketua DPRK, bapak kadis syari’at Islam, kadispora dan MPU Aceh Timur,kami ingin menyampaikan,ini perkara serius,jangan di anggap hal ini hal yang sepele,karena tidak di cegah,bisa menngundang murkaNYA Allah,jika di suatu daerah masyarakat,ormas Islam, santri Dayah,para ulama dan pimpinan Dayah pecinta syari’at Islam telah turun ke jalan untuk sama-sama menjegah maksiat,pertanda daerah tersebut sudah darurat maksiat karena kurangnya perhatian serius dari pemerintah,terutama dinas terkait yang punya wewenang dalam hal tersebut”.Tegas ketua FPI Aceh timur.

Juga terlihat beberapa mobil patroli lalulintas berjaga-jaga untuk menertibkan iring-iringan mobil masyarakat dan para santri yang menyampaikan hisbah,guna mengatasi kemacetan arus lalu lintas yang berlangsung di jalan sekitaran pusat pemerintahan Aceh Timur,juga di depan hotel royal Idi rayeuk.

Besar harapan kami dengan adanya kegiatan seperti ini hendaknya para orang tua bisa mengambil faedah dan hikmahnya,demi keselamatan anak-anaknya yang merupakan amanah yang titipkan oleh Allah SWT.Menyia-nyiakan amanah adalah dosa besar, karena kelak di yaumilmasyar akan di minta pertanggung jawaban oleh ALLAH SWT”.Tutup Abi Nazar dengan penuh asa.

(Fk).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *