suararakyat.online

Bagikan Artikel

Lelang Tak Kunjung Dilakukan, Kinerja UKPBJ Agara Dinilai Lemah

KUTACANE  – suararakyat.online

Berbagai kalangan di Aceh Tenggara, menyoroti lemahnya kinerja pihak UKPBJ Setdakab setempat.

Pasalnya kendati telah memasuki April 2024, belum satu pun kegiatan yang bersumber dari APBK Agara 2024 yang dilelangkan pihak Pemkab melalui Unit Kerja Pengadaan Barang /Jasa (UKPBJ) setempat.

Arafiq Beruh, salah seorang pegiat di Aceh Tenggara mengaku, heran melihat lemahnya dan lambannya kinerja pihak UKPBJ terutama dalam melakukan tender atau lelang terhadap berbagai kegiatan yang ada di Aceh Tenggara tahun 2024 ini.

Lambannya penayangan tender atau lelang kegiatan dan proyek tersebut, menimbulkan tanda tanya dan kecurigaan dari berbagai elemen, karena dikhawatirkan akan membuat penyelesaian pekerjaan banyak tak tepat waktu karena singkatnya limit waktu yang tersedia.

Keterlambatan penayangan lelang paket proyek tersebut pada akhirnya jelas akan merugikan rekanan dan daerah, karena banyak pekerjaan tak bisa disiapkan sesuai limit waktu yang telah ditentukan.

Akibatnya, ujar Arafiq Beruh, akan terulang kembali kejadian pada tahun 2018 lalu, dimana Pemkab Aceh Tenggara harus mengembalikan uang kegiatan dana DAK sebesar Rp 48 M di Dinas Perkimtan, akibat keterlambatan proses penayangan lelang paket proyek oleh pihak UKPBJ

Sepengetahuan kami, sambung sumber lainnya, pihak dinas ,badan dan kantor, telah menyiapkan persyaratan yang diperlukan agar paket proyek segera dilelangkan atau ditenderkan, mulai dari paket Penunjukan Langsung yang ditunjuk pejabat pengadaannya.

Namun sayangnya, hanya beberapa paket dari dinas atau OPD yang telah di review pihak UKPBJ Setdakab. Sedangkan kesepakatan panitia tender dengan pihak PPK untuk pembuatan dokumen juga belum dilakukan pihak UKPBJ,

Sebab itu, sumber media ini mendesak Pj Bupati dan Pj Sekdakab agar memerintahkan pihak UKPBJ mempercepat proses lelang paket proyek yang bersumber dari APBK Agara 2024 ini, agar tidak terjadi pengembalian dana kegiatan DAK sebesar Rp 48 M seperti tahun 2018 lalu.

Kepala UKPBJ, Indra Gunawan kepada media …… Kamis (9/5) berdalih, keterlambatan tersebut karena faktor pengesahan APBD 2024 lalu. ” Lambatnya Perencanaan di dinas juga menjadi penyebab lambatnya penanyangan paket proyek di Agara,” tuding Indra Gunawan.

Mhd.Sabri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *