suararakyat.online

Bagikan Artikel

 

suararakyat.online – Aceh Tenggara.

Awalnya seorang perempuan datang ke sebuah rumah perumnas di Desa Kumbang Indah kecamatan Badar, tepat jalan Mawar Blok L no 9. Yang di diami seorang perempuan Yang bernama Yani dengan 3 orang anaknya. Perempuan yang datang melabrak tersebut bernama Lani Istri dari seorang pengangguran bernama Roy Andriko ( Riko ). Dia datang marah marah melabrak seorang Yani yang tak tahu apa apa. Lani mengatakan ” kau sudah tidur dengan suamiku, kau selingkuh dengan suamiku, gara gara kau hancur rumah tanggaku, kau akui saja begitu ” kata Lani.

Yani yang tak tahu apa apa tentang rumah tangga Lani dan Riko bingung atas pernyataan Lani yang datang sekitar Pukul 15.00 Wib dengan dua orang temannya pada hari Selasa 30/4 lalu membuat Yani malu di depan Umum di tuduh selingkuh dengan suami Lani tersebut berdasarkan pernyataan dukunnya.

 

Kedatangan Lani siang itu adalah kedua kalinya, setelah kedatangannya beberapa hari sebelum itu, Lani datang di ikuti suami nya. Kronologi kejadian malam itu; ” Lani datang di antar suami nya ke Desa Kumbang Indah untuk menghampiri Yani, tapi diantar tidak sampai depan rumah Yani, berjarak sekitar 20 meter Riko sembunyi karena malu kepada Yani yang dulu memang cinta monyet nya ketika masih duduk di bangku SMP. Tapi sudah sekian tahun tidak pernah bertemu bahkan nomor kontak pun saling tak punya. Malam itu Lani memaksa Yani untuk mengakui bahwa Yani pernah tidur dengan Riko suaminya. Spontan Yani menampik kata kata Lani, ” apa yang harus ku akui, aku tak pernah melakukan seperti yang kau tuduhkan”, seketika itu datanglah Rico mendekati istrinya sambil berkata ” sudah.. ! Ayo kita pulang”, Lani semakin mendesak sambil mendekati suaminya sambil berkata ” akui aja, akui aja, akui aja”, katanya berulang ulang. Mendengar desakan dari istrinya, Riko menancap lagi gas sepeda motornya karena malu kepada beberapa orang yang melihat hal itu terjadi. Yang mana setelah mereka hilang dari pandangan orang banyak mungkin Riko kembali membonceng istrinya.

Tak puas akan kelakuan cemburu butanya, Lani pada malam itu, pada hari Selasa 30/4 datang lagi ke rumah Yani dengan 2 orang temannya. Mereka datang ketika Yani tidur siang, anaknya membangunkan Yani karena mereka tak kenal dengan tamu yang datang ketiganya menggunakan masker, begitu Yani keluar dari kamar nya langsung di labrak dengan kata kata tak enak di dengar ” sudah benar kau yang tidur dengan suamiku karena pengakuannya, kau yang selingkuh dengan suamiku, kau akui sajalah, karena menurut Lani Dukunnya berani memastikan, Yani yang takut dengan kedatangan ketiga tamu yang tak di kenal nya itu menyuruh anaknya memanggil pakcik dan makciknya di sebelah rumahnya. Seketika itu pakcik dan makciknya datang melerai kata kata orang yang tak mereka kenal itu kepada Yani, para tetangga berdatangan membela Yani yang tak pernah pergi keluar pun jarang, kata para tetangga yang heran dengan pernyataan Lani.

Dalam pertengkaran hebat Pakcik Yani ( Raja) yang sebelah rumahnya bertanya kepada Lani, “kalian ini orang mana?, kenapa kalian berani menuduh orang tanpa bukti dan saksi? Nanti kami tuntut kalian atas pencemaran nama baik”. Setelah dia menjelaskan suaminya berasal dari kota Kutacane dusun/Lingkungan Terrandam, pakcik Yani langsung menelpon kakak ipar nya di dusun/Lingkungan Terrandam guna memastikan apakah benar ada seseorang yang bernama Riko dan istrinya bernama Lani dan berdomisili di desa Perapat Timur (Titi panjang) kecamatan Lawe bulan. Kakak ipar Raja yang bernama Lela di Lingkungan Terrandam menjawab kenal dan tahu kepada Riko, karena Riko memang ada hubungan keluarga dengan nya. Tapi Kak Lela tak kenal dengan Lani istri Riko karena tak pernah bertemu jelas kak Lela.
Pernyataan kak Lela itu di benarkan Lani, karena Lani pun tak sempat kenal dengannya, bahkan Lani bertanya kepada Raja ” di mana rumah kak Lela tu? Kenapa dia kenal dengan Riko dan tahu kalau saya seorang PNS? Dan dia tahu si Riko bawa becak? ” Tanya Lani.

Setelah melihat situasi mulai memanaskan hati para tetangga Yani, Lani mulai lemah nada suara dan bahasanya. Sambil mohon diri kepada Yani, Lani pun pulang dari rumah Yani.

Rupanya tidak cukup di rumah Yani, Lani mencari dan mendatangi rumah Kak Lela di Lingkungan Terandam kota Kutacane. Lani mulanya datang dengan baik baik menanyakan ” Mak wo kenal dengan Bapak yang nelpon tadi dari Desa Kumbang Indah tu?” Kak Lela menjelaskan bahwasanya ” yang menelpon tadi adik suami saya”. Lani bertanya lagi ” Mak wo kenal dengan perempuan yang di sebelah rumahnya?”. Kak Lela menjelaskan lagi” ya itu Cucu saya juga” . Tak anyal spontan Lani berkata keras” nah… Sudah pas, kalian bekerja sama atas perselingkuhan suami saya dengan Yani. Kau orang tua tak tahu diri, kurang ajar, karena kau bekerja sama dengan Yani hancur rumah tanggaku “. Kak Lela yang bingung dengan pernyataan Lani spontan kaget ” Apa apa ini? Saya tak tahu apa apa kenapa kau tuduh yang bukan bukan, membuat malu kau ” kata kak Kak Lela di depan orang ramai yang sedang menonton kejadian itu. Tak sempat menanti kak Lela yang bangun dari duduknya, Lani menancap gas sepeda motor nya. Ada baiknya Lani pergi, karena kak Lela harus mendinginkan hati 2 orang anak laki-laki nya yang sudah hampir emosi melihat ibunya di permalukan orang.

Sambil mendinginkan hati 2 orang anaknya, kak Lela menelpon Raja ” sebenarnya apa yang terjadi di kumbang indah tadi? Kenapa si Lani tadi datang melabrak saya? Sampai mengatakan bahwa saya berkeja sama dengan kalian menghancurkan rumah tangganya” jelas kak Lela kepada Raja, dan kak Lela menyuruh agar Raja beserta istrinya datang ke rumah kak Lela guna menjelaskan permasalahan sebenarnya.

Langsung seketika setelah Raja menutup telpon dari kak Lela, dia bersama istrinya bergerak menuju rumah kak Lela di Terandam. Setelah menceritakan hal yang terjadi kak Lela bersama sama dengan Raja dan Yani berikut keluarga mereka masing-masing berangkat menuju rumah Kepala Desa ( pengulu) Perapat Timur (Titi Panjang). Kiranya yang di temui pada malam itu adalah seorang perempuan Mantan Pengulu desa tersebut, yang mana kebetulan Pj. Pengulu sekarang menjabat adalah Abang kandungnya. Laporan yang di sampaikan oleh Kak Lela dan Yani yang di dampingi oleh Raja langsung di teruskan Mantan Pengulu tersebut melalui handphon kepada Boby Abang nya yang menjabat pj. Pengulu saat ini. Kebetulan Boby malam itu akan mengikuti tes baca Al-Qur’an ke pendopo Bupati kabupaten Aceh Tenggara, jelas Boby di pembicaraan dalam handphon antara mereka berdua.
Namun Boby menyempatkan diri menemui Raja dan kak Lela serta Yani di rumah adiknya mantan kepala desa tersebut, dan mendengarkan penjelasan mereka. Boby berjanji akan menyelesaikan permasalahan yang terjadi, dia juga berjanji akan memanggil warganya Lani untuk di mintai keterangannya. Dan besok secepatnya menyelesaikan permasalahan tersebut.

Rupanya permainan mulai di perankan oleh Boby yang menemui Kapala Desa Kumbang Indah, dengan membawa peryataan palsu bahwasanya antara Lani dan Yani seolah sudah terjadi perdamaian, sehingga pernyataan laporan dari kak Lela pun di abaikan.
Sampai saat berita ini di luncurkan laporan Pencemaran nama baik Yani dan kak Lela dingin seribu bahasa baik di Desa Perapat Timur (Titi Panjang) maupun di Desa Kumbang Indah ataupun di Lingkungan Terandam dingin seribu bahasa.

Nara sumber : shnn
peliput : MHD SABRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *