suararakyat.online

Bagikan Artikel

Labuhanbatu – SuaraRakyat.Online

pertamanya 4 atau 5 bulan yang lalu Kejadian terhadap DR.Rangkuti pulang dari rumah pak Rosul takjiah , untuk cucu pak rosul ,habis itu pulang dari takjiah DR.Rangkuti menumpang kereta sama pak samsul warga dusun Sukarakyat 1 , ketika kami sedang berjalan di atas Kereta Tamben Munthe (anggota linmas) desa batu tunggal naik kereta nya dengan menggas – gas kertanya di depan kereta pak samsul.

jadi saya bilang sama pak samsul ada apa ini pak, awas Kereta kita kesenggol sama keretanya , sambil saya bilang sama pak samsul , coba berenti dulu pak kereta kita,biar saya tanya dulu si tamben ada apa dan kenapa , tiba tiba saya di tolak nya dan jatuh saya ke aspal dalam ke adaan pakai sarung, lalu saya berdiri lagi dan saya tanya kembali ada apa dan kenapa kau tamben ?

lalu, dia memukul saya sampai pecah bibir saya , akhirnya saya melalukan tangan saya memukulnya satu kali kena batang hidungnya ,mengakibat kan mimisan (keluar darah dari hidungnya , ke esok harinya (malam) saya di panggil oleh bapak kepala dusun 2 batu tunggal untuk melakukan mediasi .

akhirnya di dalam mediasi terjadilah perdamaian , dan disitu sitamben meminta agar di upah – upah , di depan kepala dusun ,merasa saya tidak bersalah , saya anggap itu hanya sedaya mampu saya kalau ada rezki saya , saya katakan lakukan upah – upah, namun saya di timpa musibah istri saya dalam keadaan sakit lalu bulak – balik berobat kerumah sakit .

karena mempunyai penyakit’ komplikasi , akhirnya saya rezeki untuk berobat istri saya , namun istri saya sudah bulak balik berobat kemana saja , sampai lah ajal istri saya pada tahun 2024 bulan 3 tanggal 24 malam 25 hari minggu malam senin, saya masih seret dan pailit.

Itu kejadian sudah 4 atau 5 bulan yang lalu ,dan sitamben menjumpai saya kembali pada hari Sabtu tanggal 27 April 2024 pukul 9.30wib di tengah jalan Dusun 2 Batu tunggal ketepan saya mau keluar dari rumah tujuan kekota dan dia menanyakan kepada saya di atas kereta dengan keadaan kereta di gas-gasnya , tentang upah – upah itu ,saya bilang sabar tunggu dulu habis menyeratus kematian istri saya,dan saya masih dalam ke adaan duka,
Ke esok harinya pada hari minggu tanggal 28 April 2024 pukul 18.30 tamben datang kerumah saya dengan menggunakan kereta dan membawa senapang angin ,lalu dia ribut sambil mengengkol Senapang angin nya lalu di tembakkan kearah saya dengan jarak Setengah meter ,lalu senapang anginya di ayunkan memukul saya yang di saksikan anak anak saya,Dengan mengancam Kubuh kau nanti ucap tamben kepada saya yang di dengar anak saya Intan br Rangkuti dan Delvin Rangkuti serta Ojil Rangkuti. “Penulis”

** DR.Rangkuti **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *