suararakyat.online

Bagikan Artikel

 

SuaraRakyat.Online – Labura

Laporan Polisi (LP) dengan nomor : STTLP/B/379/XI/2023/SPK/Sek.Kl.Hulu/Res-LBH/POLDA SUMUT, tertanggal 16 November 2023 terhadap terlapor RNS (22), oknum Honorer Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Labuhanbatu Utara (Labura) tidak akan berjalan karena tidak memenuhi unsur dugaan tindak pidana.

Sebab, RNS, dan keluarga saat ditemui wartawan dikediamannya di dusun IV Desa Bandar Lama, Kecamatan Kualuh Selatan Labura, merasa yakin LP yang ditujukan kepadanya (RNS-red) oleh pelapor KS (24) yang notabene kekasihnya, tidak akan diterima dan diberproses polisi.

“Tak akan berjalan itu laporannya, karena tak memenuhi unsur pidana disitu. Akupun sudah diperiksa penyidik, karena kami itu pacaran”, ucapnya, belum lama ini.

Karena dia (RNS) mengatakan, meskipun peristiwa sebagaimana yang diceritakan KS saat melakukan LP di Polsek Kualuh Hulu, terhadapnya tidak akan ditanggapi, karena tidak memiliki alat bukti yang memenuhi unsur sebagai alat bukti.

“Apa yang menjadi bukti kesalahan saya dalam hal itu. Kami pacaran, dan hal lumrah saling pinjam meminjam yang berpacaran, dimana unsur penggelapan, dan penipuannya?” Tegasnya.

Bahkan RNS, Kakak, serta ibunya sebu-sebut kalau apa yang dilaporkan oleh pelapor (KS-red) tidak akan berjalan, karena hal itu tak dasarnya. Sebab, RNS sudah berkoordinasi dengan penyidik terkait hal tersebut.

“Tak duduk LP nya itu, karena aku (RNS-red) sudah dipanggil penyidik. Dan penyidik sudah bicara sama saya langsung diruangannya. Masalah yang dilaporkan (KS-red) tidak ada pasal dugaan tindak pidana, karena kami pacaran. Jadi, uang yang dipakai jalan-jalan mau dikira dan bisa dibuktikan. Dan ditransfer itu, tidak ada keterangan tentang pinjam-meminjam, jelas gak duduk itu masalahnya”, jabarnya, yang ikut diamini kakak, dan ibunya.

Saat wartawan bertanya atas kebenaran RNS meminjam uang KS, dan betul mengakui sebagai pacarnya (KS-red) yang berniat menikahinya awal Desember 2023 dengan meyakinkan sebagai calon laki-laki yang mau menjadi teman hidupnya dia (RNS) tidak membantahnya.

Informasi yang diperoleh wartawan dari KS sebelumnya juga, memaparkan bahwa keyakinan terbesar hatinya memberikan pinjaman uang kepada RNS, meskipun belum dibayar sama sekali, sampai dengan nominal yang cukup berkisar Rp 158juta rupiah, karena dia (KS-red) yakin akan dinikahi oleh (RNS-red) yang akan menjadi teman hidup selamanya.

“Memang selalu aku (KS-red) bilang sama dia (RNS-red) kalau mau pinjam uang, hutangmu sebelumnya aja belum kau bayar, ini sudah mau pinjam lagi? jawab (RNS-red) selalu, tenanglah sayang, aku calon tunangan dan akan menjadi suamimu, orang tua kita sudah jumpa dan bicara satu sama lain, tak mungkin aku bohong dan tak bayar, aku orang kaya, uang segitu berapa, pastilah kubayar”, ungkapnya.

Sayangnya saat wartawan mengkonfirmasi Kapolsek Kualuh Hulu, AKP. Nelson Silalahi, (18/3) melalui Penyidik, AIPDA. M. Simamora, S. Pd., terkait LP pelapor KS mengatakan, sedang berjalan dan berproses meski agak sedikit terlambat karena ada hal yang menjadi pekerjaan yang memperlambat prosesnya.

“Prosesnya sedang berjalan, dan sudah diperiksa pelapor, saksi, dan terlapor, serta alat bukti. Maaf sedikit terlambat prosesnya, karena LP ini berketepatan pada momen menjelang pemilu 2024, dan pak Kapolsek masih berhalangan”. Ungkapnya.

Penyidik Polsek Kualuh Hulu, IPDA. M. Simamora, menambahkan bahwa dalam waktu dekat, dan secepatnya akan menggelar perkara, karena semua proses tetap berjalan.

“Akan kami gelar perkara ini secepatnya disini, karena hanya tinggal menunggu proses gelar perkara inilah baru nanti tindaklanjutnya akan terus berjalan, kami akan panggil dan Surati pelapor dan terlapor bilamana perkara ini digelar”. Tutupnya.

(SR/TT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *