suararakyat.online

Bagikan Artikel

 

Suara Rakyat.Online – Labura |

Oknum Honorer Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Labuhanbatu Utara (Labura) RNS (22), diduga mengacam wartawan dilaporkan Kepolisi bila ditulis berita tentang dugaan tindak penipuan.

Pasalnya, Laporan yang dibuat KS (24) di Polsek Kualuh Hulu itu sifatnya laporan biasa bukan ada dugaan tindak pidana disana yang disangkakan, karena laporan yang dibuat secara notabene tidak memenuhi unsur, dan tidak akan jalan.

“Kalau pun ini memenuhi unsur berdasarkan penggelapan, Saya (RNS-red) kupalangkannya, kalaupun penipuan, kami pacaran biasanya itu pinjam meminjam, dan bukti keterangan ditransfer itu, tidak ada titipan uang sebesar sakian, tak adanya”. Ucap RNS, belum lama ini.

Kemudian RNS menguraikan penjelasan dirinya (RNS-red)dengan penyidik, bahwa saat diruang penyidik menerangkan kepada wartawan, kalau ada mengembalikan uang tunai tanpa ada alat bukti yang kuat sebagai mana diterangkan oleh penyidik Polsek Kualuh Hulu padanya tidak bisa menjadi pembuktian tanpa alat bukti yang sah.

“Berdasarkan pasal 1856 KUHP Perdata, yang tidak memiliki alat bukti berupa perjanjian ataupun itu namanya tidak bisa diungkit lagi, dan itu kau ikhlaskan saja”, tegas RNS, menirukan suasana komunikasi penyidik dengannya di Polsek.

Lanjut, RNS, dengan lantang, bila peristiwa laporan ini diperpanjang-panjang dia (KS), maka dianya (KS-red) yang akan rugi mengembalikan, kalau dilihat berdasarkan hitungan Rekening Koran (RK), ditambah lagi hutang piutang arisannya kepada kakaknya.

“Bisa tanyak penyidiknya itu, ketimpah dia (KS-red) kalau di hitung uang masuk yang sudah kutransfer sudah 102juta bedasarkan hitungan RK yang sudah disamakan, ditambah lagi hutangnya pada kakak ku 36juta”. Katanya.

Saat ditanyakan kebenaran kembali atas hutang piutang RNS terhadap KS mengatakan memiliki sudah memiliki bukti berdasarkan hitungan RK yang diperiksa bersama penyidik Polsek Kualuh Hulu, IPDA. M. Simamora, S. Pd.

“itu sudah kubayar, dan aku sudah jumpa penyidik dan menghitung secara bersama sama 102juta lebih sekianlah itu, jadi apa lagi?” Jelasnya.

Kemudian RNS menegaskan kepada wartawan, apabila hal ini dibuat dan naikkan dalam pemberitaanya, tentang apa yang tidak sesuai dengan yang diinginkannya, secara tegas didepan keluarga dan Kepala Dusun (Kadus) mengatakan akan membuat laporan polisi, atau melaporkan balik.

“Dari media apa pak, kalau ini nanti bapak tulis atau dimuat, aku akan melakukan laporan polisi, lapor balik, karena tudak sesuai dan bisa kuterima!”, ujarnya.

Kepala Dusun, Dusun IV Bandar Lama, Ishak Panjaitan menanggapi pembicaraan yang dilontarkan RNS kepada wartawan dengan mengatakan,”Bapak ini kemari mencari tau dan mengklarifikasi dan bukan apa-apa, dia (wartawan-red) tak serta Merta menyalahkan sepihak, jadi diadu dulu data kalian, atau disamakan, seperti apa pernyataan kalian masing-masing”. Sambutnya, menenangkan suasana.

Sebagai Kadus disana, Ishak Panjaitan memberikan penjelasan dengan sejelas-jelasnya kepada RNS dan keluarga atas kedangan wartawan, kekediaman mereka, ingin menyatukan informasi yang berimbang dan tidak keliru atas informasi yang diperolehnya.

“RNS, buk disini kedangan kami, dan sahabat kami dari media ini, menanyakan bagaimananya cerita sebenarnya antara si RNS ini dengan si KS ini saja, Jadi, kawan ini tadi datang kemari ini, langsung datang kerumahku dan mengajak aku kemari”. Tegasnya. (SR/TT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *