suararakyat.online

Bagikan Artikel

 

Suara Rakyat.online – Labura |Pemberantasan peredaran narkoba jenis shabu-shabu di wilayah hukum Polsek Kualuhhulu sepertinya belum dilakukan secara maksimal oleh aparat penegak hukum disana.

Pasalnya, di Lingkungan II Kampung Baru, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuhhulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, shabu-shabu dijual bak “kacang goreng” oleh para bandar dan pengedar barang haram tersebut.

Berdasarkan info yang diterima wartawan dari beberapa masyarakat sekitar, para pengedar narkoba ini menjajakan barang dagangan mereka tanpa harus bersembunyi yang tampak tidak memiliki rasa takut lagi dengan aparat penegak hukum.

 

Bahkan menurut keterangan sumber, bukan hanya mengedarkan shabu-shabu, areal perkebunan PTPN III Membang Muda itu juga dijadikan lokalisasi perjudian bagi para penggemar skater dan ludo online.

“Sudah macam ‘kacang goreng’ shabu-shabu dijual disana bang. Tak pala sembunyi-sembunyi lagi orang itu (pengedar-red) menjual narkoba. Bahkan, bukan cuma narkoba, areal itu sudah seperti lokalisasi perjudian sketer dan ludo online bang,” aku sumber yang ingin namanya disembunyikan.

Anehnya lanjut sumber, meski sudah berulangkali dilakukan penggerebekan di areal yang berlokasi tidak jauh dari perkuburan umat kristen disana, tim Polsek Kualuhhulu maupun Polres Labuhanbatu masih belum bisa memenjarakan bandar narkoba yang dikenal berinisial A, H dan U yang diketahui memiliki hubungan abang beradik kandung tersebut.

Bahkan terang sumber, bukan cuma mengedarkan narkoba di Kecamatan Kualuhhulu, bandar berinisial A, H dan U ini juga disebut-sebut mengkoordinir peredaran narkoba hingga ke wilayah hukum Kecamatan Kualuh Selatan, Aek Natas, Na IX-X.

“Sudah bolak-balik bang digrebek sama Polsek maupun Polres, tapi hasilnya hanya menangkap pemakai, bandar dan pengedar selalu saja lolos. Habis digrebek, pindah lapak orang itu (pengedar-red) ke sebelah lokasi sebelumnya. Intinya, mereka ini memang bandar besar yang mengkoordinir narkoba sampai wilayah Kecamatan Kualuh Selatan, Aek Natas dan Na IX-X,” keluh sumber.

Sumber itu pun berharap, Polsek Kualuhhulu maupun Polres Labuhanbatu jangan cuma bisa “gertak sambal” yang hanya bisa menangkap pemakai saja. “Buktikan bahwa Polisi juga bisa menangkap bandar berinisial A, H dan U ini,” pintanya. (SR/TT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *