suararakyat.online

Bagikan Artikel

BATAM – SUARARAKYAT.ONLINE

Speed boat (SB) Aura yang mengangkut penumpang dari Pelabuhan Tanjung Uma, Kecamatan Batu Ampar, Batam tujuan Kuala Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau beroperasi tanpa Surat Izin Berlayar.

Hal itu diakui langsung oleh Kapten speed boat Aura berinisial AN kepada wartawan, Rabu, 17 Januari 2024 lalu.

“Benar kita berlayar dari Pelabuhan Tanjung Uma tanpa surat izin berlayar yang dikeluarkan pihak Syahbandar. Sebenarnya kita berharap kapal SB Aura dapat surat izin berlayar dan legal, tapi banyak kendala. Jadi untuk saat ini agar kita bisa jalan sifatnya koordinasi,” ucap dia.

“Untuk lebih jelasnya silahkan berkomunikasi dengan pihak agen kami bernamanya Yanto,” imbuhnya.

Sementara itu, pemilik Kapal SB Aura berinisial YS saat dikonfirmasi tim media mengarahkan untuk menghubungi agen kapal bernama Yanto.

Sementara itu, Kepala Pos Syahbandar Wilayah Harbourbay, Deni Cahyadi, Selasa (16/1/2024) membenarkan bahwa pihaknya tidak mengeluarkan surat izin berlayar kapal penumpang yang ada di Pelabuhan Tanjung Uma.

“Karena pelabuhan tersebut ilegal dan tidak ada izin dari Dinas Perhubungan Kota Batam,” ungkapnya.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008, menjelaskan setiap kapal yang berlayar wajib memiliki surat persetujuan berlayar yang dikeluarkan oleh Syahbandar.

Pasal 323, Ayat (1), Nakhoda yang berlayar tanpa memiliki Surat Persetujuan Berlayar yang dikeluarkan oleh Syahbandar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 600 juta.

Sementara dalam Ayat (2) juga menjelaskan dengan jelas, perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan kecelakaan kapal sehingga mengakibatkan kerugian harta benda, makan akan diberikan sanksi pidana penjara paling lama 10 tahun, dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Untuk Ayat (3), menjelaskan Jika perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan kecelakaan kapal sehingga mengakibatkan kematian dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun, dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

Sedangkan, agen Kapal SB Aura, Anto belum berhasil dikonfirmasi untuk keterangan lebih lanjut.

(AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *