suararakyat.online

Bagikan Artikel

 

PURWOREJO -suararakyat.online

Akibat bencana alam angin kencang yang melanda di wilayah Desa Rowobayem, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo belum lama ini, mengakibatkan tanaman pare pahit dan cabai yang dikelola BUMDes Maju Bersamamu Desa Rowobayem mengalami kerusakan alias gagal panen

Ket foto Dari kiri : Direktur BUMDes Maju Bersamamu Dasrizal, Kades Rowobayem Suprapto dan Ketua BPD Rowobayem H.Poniman

 

 

Alhasil kerugian yang dialami akibat peristiwa tersebut mencapai Rp 60 jutaan lebih.

Kepala Desa Rowobayem Suprapto, BSc didampingi Direktur BUMDes Rowobayem Dasrizal dan Ketua BPD Rowobayem H.Poniman kepada awak media, Kamis (4/1/2023) membenarkan gagalnya panen pare pahit akibat tersapu angin kencang tersebut

“Ya namanya bencana alam, itu di luar batas kita. Kami harap masyarakat memakluminya dan musibah ini juga kita ambil hikmahnya supaya bisa mengelola lebih baik lagi kedepannya,” ujar Dasrizal dan Suprapto.

Meski demikian, kata Rizal, untuk pengelolaan parai pahit sudah pernah panen sebanyak dua kali sejak BUMDes Maju Bersamamu didirikan pada 2021 lalu.
Dijelaskannya, selain di bidang pertanian, BUMDes Rowobayem owobayem juga mengelola beras dan gabah, serta wifi yang kini telah menjaring 66 pelanggan dengan iuran/tarikan hanya Rp 100 ribu/bulan.

Suprapto berharap untuk para pelanggan wifi hendaknya tidak menunggak dalam membayar iuran, supaya semuanya bisa berjalan dengan lancar dan tanpa kendala.

Sedangkan Ketua BPD Rowobayem Poniman optimis BUMDes Rowobayem dapat terus berkembang dan membantu masyarakat.

“Kami dari BPD percaya pengelolaan BUMDes Rowobayem dapat berjalan dengan baik, dengan saling sinergi antar pengurus BUMDes dan Pemdes termasuk BPD,” ujarnya
Optimisme tersebut lantaran Poniman melihat saldo di rekening BUMDes masih ada Rp 108 juta dari modal awal Rp 200 jutaan. “Untuk laporan penyusunan keuangan juga sudah diusulkan kepada Pemda sedang menunggu hasilnya dan dalam Musdes kedepan nanti warga juga harus mengusulkan untuk BUMDes Rowobayem ini akan mengelola apalagi,” tutupnya

Disinggung adanya bantuan program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) yang diterima 23 warga Desa Rowobayem, dimana salah satu penerima menolak bantuan tersebut hingga kemudian dialihkan kepada salah satu anak Kades Rowobayem, hal itu lantaran warga yang menolak tersebut keberatan menerima bantuan.

“Saya memang menolak bantuan BSPS mas karena pada prakteknya anggaran bisa membengkak, jadi saya tolak dan dialihkan ke penerima lain yang siap,” beber Purwoko, warga Rowobayem RT 03 RW 03 yang menolak menerima BSPS.

Sementara itu salah satu warga pengguna wifi, Puryanti mengaku adanya program wifi bulanan yang dikelola oleh BUMDes Maju Bersamamu sangatlah membantu warga.
“Sangat membantu sekali, apalagi saya punya anak sekolah yang harus menggunakan kuota internet dan iuran Rp 100 ribu per bulan menurut saya sangat murah, dimana dirumah saya ada 5 pengguna hp Android,” bebernya. (trs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *