suararakyat.online

Bagikan Artikel

Labuhanbatu, Suararakyat.online

Proses rekrutmen petugas KPPS untuk Kelurahan Sei Berombang di duga kuat adanya pungli dengan melakukan kutipan kepada peserta pendaftaran, Demikian ungkap Salah satu warga Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Labuhanbatu, Riva Tuahta Damanik kepada Media di Rantauprapat, Minggu (31/12/2023).

Sebagaimana kita ketahui proses tahapan seleksi anggota KPPS Pada tanggal 11 s.d 20 Desember 2023 yang lalu, didalam proses seleksi anggota KPPS ini kuat dugaan adanya dilakukan pengutipan berkas- berkas yang dilakukan oleh Oknum Kepala Lingkungan dan Oknum Ketua PPS Sei Berombang inisial KH untuk meminta uang untuk keperluan pendaftaran menjadi anggota KPPS, jelas Riva.

Selanjutanya Riva menyampaikan, pada tanggal 31 Oktober 2023 pada saat hasil pengumuman seleksi KPPS tidak sesuai persyaratan, dimana persyaratannya adalah berdomisli di lokasi di tempat TPS, namun hal itu tidak dijalankan persyaratannya oleh oknum Ketua PPS Sei Berombang Kecamatan Panai Hilir, Labuhanbatu, inisial KH , karena adanya dugaan kecurangan, saat saya konfirmasi langsung ke nomor WA Ketua PPS Sei Berombang Kecamatan Sei Berombang, Labuhanbatu KH, beliau langsung memblokir wa saya karena adanya temuan kecurangan tersebut.

Pada pengumuman anggota KPPS pada TPS 06 atas nama Abdul Hakim Lubis alias Hakim dan TPS 07 atas nama Muhammad Arifin Lubis alias IPIN adalah saudara kandung, namun mereka ditempatkan dilokasi TPS yang tidak sesuai dengan tempat tinggalnya di wilayah kerja KPPS, dan telah melanggar regulasi sebagai penyelenggara Pemilu, dimana pada surat pernyataan diwaktu mendaftar syaratnya adalah tidak boleh memiliki pertalian hubungan saudara atau suami/istri pada penyelenggara pemilu, katanya .

Dan sebagaimana kita ketahui Kasus perkara Saudara Abd..Hakim Lubis alias Hakim dan Muhammad Arifin Lubis alias IPIN memiliki kasus pidana yang menimbulkan korban luka dan telah melakukan tindak pidana penggeroyokan, dimana selaku korbannya adalah Johanes Damanik dan Riva Tuahta Damanik yang masih berproses hukum sedang berjalan di Polres Labuhanbatu, ungkapnya.

Bagaimana seseorang masih berproses penyelidikan hukum pidana di Polres Labuhanbatu , tetapi lolos menjadi anggota KPPS, jika nanti telah menjadi tersangka, apakah ini merupakan kesalahan yang fatal dan menjadi preseden buruk bagi penyelenggara pemilu seretak 2024, khususnya di KPU Labuhanbatu, tutupnya.

Sampai dengan berita ini di tayangkan, ketua KPPS Sei Berombang KH tidak membalas wa konfirmasi dari wartawan, walaupun tanda checlis sudah di baca.

(Redaksi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *