suararakyat.online

Bagikan Artikel

 

 

Batam – Suararakyat.online

Hendrik “Kenzo” pimpin Rapat Kerja Pengurus Besar Ju-jitsu Indonesia (PBJI) Kota Batam periode 2024 – 2025, telah sukses digelar. Selasa, 19 Desember 2023.

Dalam agenda Raker PBJI Batam tahun ini bertema, “Penetapan Program Kerja terstruktur sebagai pedoman untuk meningkatkan prestasi Ju-Jitsu di Kota Batam” kegiatan ini dilaksanakan di Sekretariat PBJI Batam, Komp. Mutiara Hijau Blok D4 No. 3, Sei Beduk selama 2 hari, mulai tanggal 16 – 17 Desember 2023.

Dalam kegiatan Rapat Kerja PBJI Batam ini dihadiri oleh para pengurus inti dan dua perguruan Ju-jitsu terbesar di Kota Batam yaitu Indonesia Spider Ju-jitsu (ISJ) dan Institut Ju-jitsu Indonesia (IJI).

Dalam kesempatan tersebut Perwakilan ISJ M. Danang Yoga, pemenang BK PON di kelas Newaza under 69 Kg yang akan berangkat menuju PON XX 2024 nanti mengatakan berharap, PBJI Batam harus bisa mempertahankan budaya juara para atletnya.

Dan Pembinaannya perlu ditingkatkan agar kita mampu bersaing. Tidak hanya dikancah Nasional, tapi terutama Internasional.” ujarnya Danang Yoga.

Perwakilan Pengprov IJI Kepulauan Riau Muhammad Nuh, S. Si, berpendapat, pembinaan dari PBJI Batam perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas dojo, pembinaan pelatih, dan sertifikasi perwasitan. “Kita perlu fasilitas matras untuk latihan,” ungkapnya.

Salah satu kasus di masyarakat yang juga dibahas dalam Rapat Kerja ini dipaparkan oleh Ketum PBJI Batam Hendrik Soputan, yang juga pengajar Ju-jitsu di Dojo MMA Kenzo, “Bullying masih menjadi isu yang serius dilingkungan sekolah, kampus, bahkan pekerjaan.

 

Selain berdampak pada aspek fisik, bullying juga berdampak psikologis. Korban bullying biasanya trauma, sosialisasinya terganggu, tidak percaya diri, bahkan banyak kasus bunuh diri dimulai dari Bullying.” ucap Hendrik Soputan, biasa disapa “Kenzo”.

Lebih lanjut, Sasaran kerja PBJI Batam kedepannya dalam menghadapi problem masyarakat ini adalah mempopulerkan Beladiri Jujitsu sebagai beladiri terbaik untuk menghadapi kasus Bullying.

“Orang yang belajar Jujitsu, dapat menghadapi bullying dengan lebih tenang karena diajarkan untuk bersikap Ksatria.

Dan Berpikir tenang, bermental baja, tetapi juga tidak memperparah situasi.” Kata Hendrik yang sudah dikenal namanya sebagai perintis Ju-jitsu di Kota Batam.

Hendrik yang dikenal akrab dengan sapaan Sensei Kenzo, berharap masyarakat Batam jangan memandang Ju-Jitsu hanya sebagai Olahraga Beladiri, namun lebih dari itu harus dijadikan sebagai Olahraga Prestasi.

Terlebih lagi Ju-jitsu sudah menjadi anggota KONI dan akan dipertandingkan di PON 2024.” tegasnya.

Oleh sebab itu, Ketua bid. Penelitian dan Pengembangan PBJI Batam David D. Tomasina, mengajak seluruh masyarakat Batam untuk berlatih Ju-jitsu. Mulai dari anak-anak hingga dewasa, “Berlatih dan berprestasi.

Sebab kompetisi diadakan bukan hanya untuk menentukan menang dan kalah, tetapi juga mengukur mental kemampuan menguasai beladiri Ju-jitsu.

Untuk Tahun depan kita akan perbanyak jumlah dojo, dan akan membuat Kejuaraan besar tingkat Nasional & Internasional.” ujarnya David D. Tomasina

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Ryan M. Farizal mengatakan, “Batam adalah gudangnya atlet -atlet Ju-jitsu berprestasi Se-Kepulauan Riau. Di setiap pertandingan, atlet – atlet Batam yang selalu membawa nama Provinsi Kepri selalu menjadi lawan yang diperhitungkan.

Adapun Terbukti pada pertandingan multievent yang diselenggarakan oleh KONI, di Eksebisi PON XX 2020 Papua kemarin, 2 orang atlet Batam mewakili Provinsi Kepri berhasil mendapat 2 medali Perunggu di masing- masing dua nomor pertandingan yaitu Newaza dan Fighting System.

Dan Pada Porprov V 2022 di Bintan kemarin, Ju-jitsu Batam kembali menjadi Juara Umum.

Selanjutnya, Pada Babak Kualifikasi PON 2023 Oktober kemarin, atlet Batam mewakili Provinsi Kepri berhasil merebut 2 medali Perunggu dan meloloskan dua nomor pertandingan yaitu newaza dan fighting system untuk mengikuti PON 2024.

Dalam waktu dekat, sasaran berikutnya adalah merebut 2 Perunggu di PON XXI di Sumut Aceh 2024.

Dalam penutupan rapat kerja ini, Ketua Bidang Organisasi PBJI Batam Rudi Hartono berpesan, “Kepada semua club Ju-jitsu di Kota Batam, mari bergabung dan bersama, kita besarkan olahraga Ju-jitsu hingga ke kancah Internasional.” tuturnya.

Ia berharap PBJI Batam ini dapat menjadi rumah bagi para pecinta olahraga Ju-jitsu di Kota Batam. Tidak hanya sebatas menyalurkan hobby, tetapi juga dapat berprestasi ditingkat Daerah, Nasional, maupun International.” ujar Rudi Hartono.

Sekretaris Umum PBJI Batam .paparkan secara garis besar hasil rapat yang disepakati adalah, “PBJI Batam berkomitmen penuh untuk memajukan Cabor Ju-jitsu di Kota Batam.

Dalam Target kemajuan tersebut dimulai dari Sertifikasi Wasit, Pembinaan Pelatih, Coaching Clinic bagi Atlet Ju-jitsu, serta penyaringan bibit – bibit atlet berbakat baru lewat Kejuaraan tingkat Kota, hingga dukungan untuk sarana dan prasarana latihan Jujitsu.” ungkap Christianto Joni.

Seluruh pengurus serta perguruan Ju-jitsu se-kota Batam berharap untuk merealisasikan peningkatan olahraga dan peningkatan prestasi yang berkelanjutan di Kota Batam, perlu berkoordinasi dan mendapat dukungan penuh oleh Pengprov PBJI Kepri, Pemerintah Daerah, Dinas Pendidikan dan Dispora Batam, serta KONI Batam.

Dukungan tersebut antara lain dukungan kebijakan, sumber daya finansial, dukungan sarana dan prasarana pelatihan yang lebih memadai, serta fasilitas pertandingan berskala Internasional.

Penutup, sensei Hendrik Kenzo mengapresiasi salah satu tokoh masyarakat yang hingga kini selalu ikut campur tangan memberikan dukungan sarana dan prasarana pelatihan Ju-jitsu yaitu Muhammad Mustofa SH. MH.

“Sahabat lama satu perjuangan saya yang kini duduk dibangku anggota dewan itu, selalu memberikan bantuan ketika diminta oleh PBJI Batam.” pungkasnya Hendrik Kenzo.

Red;/H.Z./H.S.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *