suararakyat.online

Bagikan Artikel

 

Mandailing Natal, suararakyat.online

Bicara soal bimtek, Madina sepertinya kebal dengan segalanya sehingga bagaimanapun gencarnya media mempublikasikan melalui pemberitaan bahwa bimtek tersebut terkesan hanya menghamburkan uang Negara untuk kepentingan pribadi dan kelompok saja, namun para mafia bimtek semakin merajalela untuk terus melakukan peran dalam melaksanakan kembali bimtek berikutnya.

Menurut informasi yang diperoleh dari sejumlah kepala desa di madina bahwa hari ini, minggu 17 Desember 2023 Bimtek Live Skill kepala desa se wilayah pantai barat madina kembali dilaksanakan di kota medan tepatnya di Hotel Grand Antares sebanyak 6 (enam) kecamatan dari wilayah Pantai Barat Madina

Salah satu kepala desa yang namanya tidak disebutkan, melalui pesan singkat WhatsApp mengatakan bahwa mereka diberangkatkan sesuai arahan dari camat untuk mengikuti Bimtek Live Skill di Grand Antares Kota Medan dengan peserta ada yang dua perdesa,namun ada juga yang satu orang dengan jumlah sebanyak 6 Kecamatan.

Anehnya kegiatan Bimtek Live Skill tersebut tanpa undangan dan hanya melalui arahan dari Camat, hal itu disampaikan oleh kepala desa yang juga saat ini ikut menjadi salah satu peserta di dalam kegiatan bimtek tersebut.

“Kami diarahkan oleh camat bang agar berangkat mengikuti Bimtek Live Skill di Grand Antares Medan, kegiatannya dimulai hari minggu bang dengan jumlah peserta masing-masing desa 2 (dua) orang.” Sebut Kepdes yang namanya tidak dipublikasikan.

Saat ditanya soal undangan bimtek, kepdes tersebut mengatakan mereka berangkat tanpa ada undangan dan hanya mengikuti arahan dari camat.

“Tidak ada kami terima undangan bimtek bang, kami hanyak mengikuti perintah yang diberikan oleh camat, bagaimana kami buat bang, pak camat itu kan atasan kita, berangkat dia bilang yah terpaksa berangkst bang.”tambah si kepdes via pesan singkat WA, sabtu 16/12/33 sore saat mereka sedang diperjalanan menuju kota medan.

Kegiatan bimtek yang berulangkali dilaksanakan itu kembali mendapatkan sorotan tajam dari DPD LSM-TAMPERAK Madina dan DPC LSM-WGAB Madina seakan-akan Pemerintah Daerah membiarkan kegiatan itu terus berlanjut, sehingga DPC LSM-WGAB Madina berasumsi “jangan-jangan Bupati pun tau akan hal ini tapi pura-pura tidak tahu saja, atau barangkali ada Cashback yang sudah diterima”ucap ketua Wgab Madina.

“Tak mungkin bupati tidak mengetahui hal itu, begitu seringnya bimtek dilakukan di Kota Medan sana, atau jangan-jangan salah satu Cashback yang berkisar Rp.1.300.000 (satu juta tiga ratus ribu rupiah) perpeserta itu adalah Bagian Bupati. Jika 1,3 juta dikalikan dengan 28 peserta dalam satu kecamatan,dalam satu desa diberangkatkan 2 orang dikali dengan perkiraan jumlah desa dibuat 14 desa per satu kecamatan totalnya adalah 168 peserta dalam 6 kecamatan. Jika Cashback 1,3 juta itu dikali dengan 168 orang maka totalnya adalah Rp.218.400.000′, (dua ratus delapan belas juta empat ratus ribu rupiah).” Ungkap Ketua Wgab Madina.

Begitu juga dengan Ketua LSM-TAMPERAK Madina M, Yakub Lubis menyampaikan kekesalannya atas kegiatan yang seringkali berulang tanpa ada tindakan pencegahan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal.

“Jika dengan alasan tidak ada wewenang untuk menghentikan kegiatan yang diduga hanya menghamburkan uang negara dari Dana Desa tersebut, lantas itu wewenang siapa?, kalau memang pemerintah berdalih bukan wewenang nya pemkab untuk mengawasi Bimtek tersebut serta memberikan sangsi pada setiap pelanggaran peraturan Bimtek tersebut maka lebih baik pemerintah jangan ikut campur dengan Dana Desa lagi.”cetus Ketua Tamperak Madina.

Pantauan awak media, sepanjang tahun 2023 kegiatan Bimtek kepala desa yang bersumber dari Dana Desa sudah lebih dari 10 kali dilakukan diluar Kabupaten Madina dengan biaya sebesar Rp. 5 juta per satu peserta, namun sejauh ini belum ada terpantau manfaat dari Bimtek tersebut untuk masyarakat luas.

DPD LSM-TAMPERAK dan DPC LSM-WGAB Madina meminta agar Bupati berlaku tegas terhadap pelaksana-pelaksana Bimtek selama ini mengungkap siapa pemain yang berada dibalik layar sehingga kegiatan Bimtek tersebut selalu berjalan mulus tanpa ada tindakan pencegahan.

MJ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *