suararakyat.online

Bagikan Artikel

 

Labuhanbatu – Suararakyat.online.

 

Jurnalis media Suaratakyat.Online mendatangi Sd Negri 17 Rantau Utara pada hari selasa tanggal 12 Desember 2023 pada pukul 9.00wib di Sd negri 17 Rantau Utara , untuk di konfirmasi ibu kepala sekolah (Sri bunga tentang terjadinya diduga kekerasan terhadap Siswa Sd Negri 17 Rantau Utara .

Di tempat yang sama jurnalis melihat di dalam ruangan terbuka bahwa ada kegiatan mediasi antara kepsek serta guru dan Bahbinkamtibmas Terhadap orang tua murid (Siswa) yang ada Beberapa siswa Sekolah Dasar Negeri (SD N 17 Rantau Utara) Kelurahan Cendana, Kecamatan Rantau utara, Kabupaten Labuhanbatu provinsi sumatera utara mendapatkan perlakuan tidak baik dari oknum Kepala sekolah dan guru pengajar. Selain mendapatkan perlakuan tidak baik juga tidak diizinkan untuk mengikuti pelajaran didalam kelas dan ujian, bukan itu saja anak kami juga ditampar demikian diungkapkan beberapa orang tua murid.

 

Ditambahkannya lagi sangat menyayangkan sikap dan perbuatan oknum Babinsa melihat dan mendengar saat itu ikut mengetahui dan menandatangani surat pernyataan yang diperbuat oleh kepala sekolah SDN 17 Ratu Rantau prapat ditambah perbuatan bahasa tidak mendidik kepada anak anak kami, ucap orang tua murid terhadap awak media pada hari minggu tanggal 11 Nopember 2023.

Pasalnya pada hari rabu sore tanggal 28 Nopember 2023 7 orang anak yang masih duduk di kursi sekolah dasar ditambah 1 orang anak perempuan di bangku SMP dituduh mencuri barang-barang bangunan sehingga pihak sekolah mengalami kerugian sebesar 5 juta rupiah.

Kemudian pada hari Kamis tanggal 29 Nopember 2023 pihak sekolah memanggil para orang tua murid datang ke sekolah untuk menandatangani surat pernyataan bunyinya akan membayar kerugian yang dialami oleh pihak sekolah tersebut. Dan apabila tidak dibayar , akan dibawa kepihak yang berwajib.

 

Pada hari Senin tanggal 12 Desember 2023 tampak Abang salah satu murid inisial (SM) mengetahui adiknya tidak diperbolehkan mengikuti ujian mendatangi sekolah SDN 17 Rantau Utara Kelurahannya Cendana bermohon mohon kepada kepala sekolah agar adik nya yang duduk di bangku kelas VI itu dapat mengikuti ujian dan (SM red) berjanji nanti akan membayar kerugian sekolah sudah punya uang. “Tolonglah la Bu supaya adik saya ikut ujian, nanti saya bayar uangnya sama ibu, karena saat ini saya belum punya uang bu, ucap dengan nada kesal.

Kepala sekolah SDN 17 yaitu Sri bunga saat dikonfirmasi mengatakan, pelakunya ada 8 orang diantaranya 4 orang adalah anak dari sekolah ini dan dua orang sudah ada yang membayar, karena mereka ini telah membuat surat pernyataan ditandatangani oleh orang tua murid, kepala sekolah dan Babinsa. Didalam isi surat tersebut orang tua murid akan membayar sebesar 2 juta rupiah, apabila tidak dibayar akan diproses hukum.

Dinas pendidikan kabupaten labuhanbatu melalui kepala bidang pembinaan SD yaitu Eiwan Budi Kuswara menyampaikan pada awak media, ” mengucapkan terimakasih dengan adanya laporan seperti ini kepada kami dan akan kami panggil kepala sekolah nya beserta segala stakeholder yang berkenaan dengan hal ini.

DPP LSM TAWON Ramses sihombing bersama tim turun guna investigasi dan konfirmasi kerumah orang tua murid mendengarkan anak sekolah tidak diperbolehkan mengikuti ujian dan menerima pelajaran dari sekolah. “Kami dari LSM TAWON adalah sebagian dari kumpulan masyarakat yang sensitif dan kritis, mengenai tentang hal tersebut, maka kami akan melanjutkan dengan melaporkan secara tertulis dan menyurati instansi terkait dan aparat penegak hukum (APH) di Negara kita ini.

Diketahui setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, Hak hak warga negara dalam memperoleh pendidikan diatur di pasal 31 UUD 1945 adalah tentang hak dan kewajiban warga negara dibidang pendidikan, serta kewajiban dan prioritas pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan dasar dan nasional, tutup Ramses.(Tim/DR Rangkuti).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *