suararakyat.online

Bagikan Artikel

Labusel – suararakyat.Online

Terkait beredarnya isu – isu adanya dugaan pengutipan liar yang di lakukan oleh pihak sekolah terhadap penjual jajanan anak – anak di Sekolah Dasar Negeri 10 Ulumahuam Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan jadi sorotan.

Jurnalis Suara Rakyat Onlein saat mengkonfirmasi ibu kepala sekolah melalui via seluler pada hari Jumad tanggal 8.Desember 2023 pukul 15.wib tentang dugaan tersebut , Terhadap para penjual jajanan 6 pedagang di sekolah dengan mengatakan , memang benar di kutip per harinya Rp.6000 , begitu juga para penjual bercerita yang berjualan sehari – hari berjumlah 6 orang , dan terkadang belum lagi ada datang dari luar seperti jualan bakso atau gorengan di kenakan juga biayanya sama seperti kami yang di sini papar Nara Sumber.

Masih dari salah satu penjual jajanan yang tidak mau di sebutkan namanya kepermukaan media mengatakan kalau uang kutipan tersebut sebagai uang perpas dan yang mengutip guru piket pada saat selesai istrahat pertama.
“Kami pak harus bayar karena sudah peraturan dari sekolah , dan kami sudah coba sama pihak sekolah kordinasi supaya di turunkan biaya uang perpas nya , Namun jawab dari kepala sekolah tidak bisa lagi, ” ucap dari salah seorang penjual jajanan.

 

Di tempat yang berbeda jurnalis mengkonfir masih
Kepala Sekolah SDN 10 Ulumahuam D mengenai pengutipan uang tersebut melalui WA Pribadi D dengan mengatakan bahwa kalau hal tersebut saya tidak mengetahuinya , ia mengatakan itu semua adalah guru – guru yang tau di sini , Cetusnya,
Di tambahkan nya lagi
“Saya kan baru di sini pak ! mana lah saya tau itu , itu kan guru – guru di sini yang lebih tau, ” Ungkapnya.

Kemudian D memanggil para guru – guru dan para penjual jajanan disekolah ke ruangan guru untuk memberikan penjelasan terbuka pada Jurnalis .

Begitu juga D mengatakan kalau pengutipan uang perpas itu adalah hasil musyawarah guru – guru di sini dengan penjual jajanan di sekolah.

 

Saat di konfirmasi uang tersebut untuk apa. , ia mengatakan uang tersebut di gunakan pada akhir tahun nanti.
“Guru – guru disini belum tau uang tersebut di gunakan untuk apa untuk akhir tahun nanti,” cetusnya.

Di tempat yang sama para penjual jajanan sekolah mengatakan kalau bisa uang perpasnya di turunkan , tidak lagi harus bayar Rp.6000. Namun kita musyawarahkan lagi pungkas dari salah satu pedagang jajan anak – anak .

Ditempat yang berbeda jurnalis memintanya tanggapannya terhadap ketua P3HN Tentang terjadinya pungli terhadap pedagang jajan anak anak di Sekolah ,angkat bicara turunkan Jabatan Kepala sekolah yang telah melakukan Pungli terhadap pedagang jajan anak – anak di Sekolah nakal

** Penulis** (DR.Rangkuti).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *