suararakyat.online

Mensos RI Tri Rismaharini saat meninjau lokasi pasca banjir.
Bagikan Artikel
Mensos RI Tri Rismaharini saat meninjau lokasi pasca banjir.

KUTACANE – SUARARAKYAT.ONLINE

Bobroknya kinerja Pemkab Aceh Tenggara menangani penanggulangan banjir sungai di bumi Sepakat Segenep mendapat sorotan. Pasalnya, pengerukan aliran sungai yang tidak maksimal sehingga penyebab banjir berulang-ulang terjadi di Aceh Tenggara.

Bobroknya Pemkab menanggulangi pasca banjir, selain mendapat sorotan juga mencuat dan mulai menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat luas di Aceh Tenggara.

Seperti yang disampaikan Ketua LSM Penjara Provinsi Aceh Pajri Gegoh kepada Suararakyat.online , Jumat (1/11) bahwa Pj Bupati Syakir dianggap tak becus menangani penanggulangan banjir

“Selain hobi keluar darerah, Syakir juga hanya tahunya rapat-rapat sama OPD, apa yang dilakukan Syakir untuk Aceh Tenggara kebanyakan sebagai pencitraan saja,” ketusnya.

“Banyak hal aneh dan pencitraan karena sejatinya itu justru akan membuka ketidakmampuan dia dalam bekerja. Syakir dinilai tak mampu bekerja. Semua ucapannya dinilai tak terbukti dengan praktik lapangan, wacana penangan permasalahan tak terbukti dengan realita yang ada di lapangan,” tambahnya.

Jika tidak mampu menangani banjir, menurutnya, lebih baik Pj Bupati mundur atau memutasikan Kalaksa BPBD. Dia memastikan masih banyak pejabat yang mampu bekerja menangani penanggulangan banjir dan banjir bandang, tambahnya.

“Karena kita sedih melihat musibah banjir sungai dan banjir bandang yang terjadi pada beberapa waktu lalu sempat merenggut korban jiwa ini juga meluluhlantakan pemukiman warga, bukan sedikit kerugian harta benda diperkirakan hingga mencapai miliaran rupiah,” ujarnya sedih.

Dikatakan, untuk apa rapat-rapat koordinasi yang dipimpin Pj Bupati atau Plt Sekda hasilnya tetap mengecewakan bagi masyarakat yang terdampak banjir. “Pengerukan sungai saja tidak becus sehingga membuat Mensos kecewa dan menggerutu terkait pengerukan aliran sungai yang menurutnya kurang maksimal,” ujar Pajri Gegoh kecewa.

Seperti berita sebelumnya, Mensos RI, Tri Rismaharini saat kunjungannya ke Aceh Tenggara kemarin tampak kecewa karena menurutnya pengerukan aliran sungai penyebab terjadinya banjir tak maksimal dilakukan.

“Ini harus kembali dikeruk, bersihkan kembali material kerikil dan batu-batu ini. Bongkar jembatan itu, dan naikkan kembali,” gerutunya. Menurut dia, pengerukan aliran sungai yang berada di tengah-tengah pemukiman warga tersebut, mesti kembali dilakukan karena dinilainya kurang maksimal. Bahkan, dia mencetuskan akan memberikan bantuan dana penanganan pengerukan aliran sungai. “Sungai-sungai harus dilakukan normalisasi,” katanya.

Sementara Pj Bupati Aceh Tenggara, Drs. Syakir, M. Si melalui Dinas Kominfo Zul Fahmy saat dihubungi Suararakyat.online , Jumat (1/12) melalui WhatsApp soal pengerukan aliran sungai yang tidak maksimal sehingga menyebabkan banjir berulang-ulang, Syakir mengatakan, beliau (Mensos) tidak menyampaikan kecewa, tapi beliau mencoba memberikan contoh teknis cara normalisasi sungai.

“Misalkan mulai dari atas turun ke bawah. Ada tumpukan batu tertentu agar jangan dikeruk karena berfungsi sebagai penahan tapi ada yang harus didalamkan di tengah, jangan di pinggir karena khawatir melemahkan tebing dan lain-lain,” pungkasnya.

(/MHD Sabri )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *