suararakyat.online

Bagikan Artikel

 

suararakyat.online – Kutacane

Hujan berintensitas tinggi yang terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh sejak Senin dan Selasa dini hari (13-14 November 2023), mengakibatkan 63 Kute/Desa terimbas banjir dan longsor. Salah Satu balita yang dikabarkan hilang saat terjadi Bencana Selasa siang (14/11) sudah ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia.

Dari laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rabu siang (15/11) membenarkan telah terjadi banjir dan banjir bandang. Dari 15 kecamatan, sebanyak 63 Kute terdampak banjir.

BPBD Agara Nazmi Desky Rabu siang (15/11/2023) menjelaskan saat ini data kita terdampak banjir diantaranya pada wilayah Kecamatan Bambel Kute Pinding, Kuning I, Kuta Buluh, Bambel Gabungan, Kute Trt. Seperai, Kute Seri, Kute Lembah Haji, Kute Mbiak Muli Baru, Kute Pulo Perengge,Kute Biak Muli Pante Raja, Kute Lawe Kihing, Kute Pancar Iman Kute Kute Ampera dan Kute Rikit.

Sementara itu di Kecamatan Semadam terkena banjir bandang di Kute Pasar Puntung, Kute Kampung Baru, Kute Titi Pasir. Kecataman Babussalam Kute Mbarung, Kute Pulolatong, Kute Mendabe,Kute Gumpang Jaya Kute Kutacane Lama.

Wilayah Kecamatan Lawe Bulan, mendapat luapan air sungai DAS Lawe Bulan diantaranya Kute Pulonas Baru, Kute Kandang Mbelang Mandiri, Kute Lawe Sagu Hulu, Kute Kutambaru Bencawan, Kute Kutambaru dan Kute Bahagia

Kecamatan Ketambe terparah sempat menutup badan jalan, di Kute Bukit Baru, dan terdampak Kute Lak-lak dan Kute Lawe Ger-ger.

Tidak hanya itu, untuk wilayah Kecamatan Lawe Sumur juga terkena dampak banjir kiriman di Kute Trt. Megara Lawe Pasaran (Dsn Nasi) , Kute Kisam Gabungan,Kute Kisam Lestari dan Kute Teger Miko akibat luapan Banjir DAS Lawe Kinge Kecamatan Lawe Bulan.

Di Kecamatan Bukit Tusam juga terkena banjir, di Kute Darul Imami, Kute Gumpang Kute Lingga, Kute Gekhat, Kute Tenembak Bintang dan Maha Singkil.Kecamatan Tanoh Alas yang terkena Banjir di Kute Salim Pinim ,Kute Tuhi Jungkat, Kute Alas Mesikhat dan Kute Timang Khase.

Kecamatan Babul Rahmah terkena dampak banjir kiriman di Kute Salim Pipit untuk wilayah Kecamatan Lawe Alas, Kute Darul Amin Dan Kuta Cingkam – I dan Kecamatan Darul Hasanah Di Kute Rambung Teldak.

Untuk Kecamatan Deleng Pokison Kute Lembah alas, Kute Ranto Diur Kute, Kute Tading Niulihi, Kute Tenembak Lang-lang, Kute Muhajirin, Kute Lawe Pangkat serta Bunga Melur

Dari laporan BPBD Agara,  mendata di wilayah Kecamatan Lawe Sigala, yang terkena dampak Kute Lawe Serke, Kute Ndauh Nitenggo, Kute Mulia Dame, Kute Kuta Tengah dan Kute Lawe Loning Aman

Kecamatan Babul Makmur tekena dampak di Kute Muara Situlen serta Kute Kecamatan Badar terdampak juga kena banjir di Kute Tinggi.

Terkait balita yang hilang, Alhamdulillah Selasa siang (14/11/2023) sudah ditemukan warga bersama TIM SAR di lokasi kejadian. “Namun balita tersebut kondisinya meninggal dunia,” kata Azmy.

Daerah yang terkena dampak banjir, ke, meliputi jalan nasional terendam lumpur, Kute Kuning I Kecamatan Bambel dan jalan nasional terendam Kute Pasar Puntung Kecamatan Semadam, jalan nasional terendam lumpur di Kute Bukit Baru, Kecamatan Ketambe.

(Ket. Foto)Kayu gelondongan dan lumpur menumpuk akibat banjir bandang di Agara Selasa (14/11) yang sempat memutus jalan nasional Kutacane-Lawe Pakam Batas Sumut-Aceh Tenggara dan Rabu (15/11) sudah dapat dilalui.

 

 

Bahkan Kute yang terendam pemukiman warga dengan ketinggian air capai 20 – 30 cm, kerusakan rumah warga akibat banjir bandang, kata Nazmy terdata, 3 unit rusak berat, , 1 rusak sedang, 1 unit rusak ringan, 2 unit mobil dan 3 unit sepeda motor ikut terbawa arus.

Bahkan Oprit jembatan Kute Mbarung Kecamatan Babussalam jebol dan ambruk. Jembatan gantung Kute Mendabe mengalami rusak berat. Jebolnya tanggul Lawe Kisam di Kute Biak Muli Baru, Kecamatan Bambel.

Terendamnya waterboom di Kute Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Saluran irigasi Lawe Ski di Kute Peseluk Pesimbe Kecamatan Deleng Pokhkison rusak berat.

Saat ini lahan jagung rusak parah sekitar 274,25 hektar, lahan padi sekitar 111 hektar dan bawang merah sekitar 0,25 hektar.

 

Sarana sekolah terkena dampak banjir di Mis Titi Pasir Kute kampong baru Kecamatan Semadam, SDN Tuhi Jongkat Kecamatan Tanoh Alas, SDN Kuta Buluh Kecamatan Bambel, Mis Kuta Langlang Baru Kecamatan Bambel, Min Titi Pasir dan Masjid Di Kute Kampung Baru Kecamatan Semdam. Setidaknya ada 1.200 KK dengan 4.804 jiwa terkena dampak banjir.

“Kami juga turut berduka atas meninggalnya satu balita yang meninggal dunia akibat tertimbun longsor yakni Muhammad Abbas, dua tahun, telah ditemukan meninggal (MD). Kepada keluarga untuk tetap tabah,” ungkapnya.

Selain itu, 2 Orang korban Luka-luka, juga warga Kute Pasir Puntung, Kecamatan Semadam masih dalam perawatan. Korban banjir bandang di Kecamatan Semadam, tengah mengungsi sebanyak 10 jiwa.

Sejak Selasa (14/11) BPBD Agara telah melakukan kajian cepat dengan mengerahkan anggota trc ke lokasi melakukan pendataan, dan menurunkan 2 alat berat excavator melakukan pengerukan di lokasi terputusnya akses tranportasi.

“Dengan kerja keras semua jalan nasional sudah bisa dilalui,” kata Nazmy dengan suara lelah.

BPBD Aceh Tenggara terus melakukan koordinasi lintas sektor terkait penanganan banjir, terkait posko Media Center, Posko lapangan dapur umum sejak Selasa (14/11) sudah didirikan.

Hingga Rabu (15/11), kita terus melakukan rapat koordinasi lintas sektor di posko komando (Kantor BPBD), Pj. Bupati dan Sekda serta para OPD terkait sudah melakukan peninjauan lokasi yang terdampak banjir bandang sejak Selasa malam (14/11).

Saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tenggara sudah menerbitkan surat keputusan (SK) tanggap darurat selama 14 hari. Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat dan Tim BPJN Aceh telah berperan aktif melakukan pembersihan badan jalan.

“Semua sekolah dan rumah ibadah sudah dilakukan pembersihan dari dampak bencana banjir,” terangnya.

Sementara itu, Pj Bupati Agara Syakir dalam siaran persnya melalui Dinas Kominfo Rabu (15/11) mengatakan turut berduka atas kejadian banjir dan berdampak luas di 15 kecamatan.

Bagi keluarga korban meninggal dunia, pemerintah daerah ikut berduka atas kejadian tersebut, dan meminta kepada semua masyarakat untuk tetap waspada dengan kondisi cuaca panca roba saat ini.

Dia juga meminta kepada oknum masyarakat untuk secepatnya menghentikan aktivitas perambahan dan penebangan kayu di kawasan Hutan lindung dan TNGL.

Nara sumber Nazmi Desky,SKM,MAP Peliput : MHD.SABRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *