suararakyat.online

Bagikan Artikel

 

Rantauprapat – Suararakyat. Online

Sebagaimana diberitakan Media media sebelumnya sejak  tahun 2021 bahwasanya telah terjadi gejolak antara PKS PT. PPSP yang berada di tengah lingkungan Bandar selamat 1 Kelurahan Pulo padang Kecamatan Rantau Utara dengan warga setempat.

 

Semua Terjadi Sebab perusahaan kelapa sawit itu berdiri melanggar dan regulasi yang sampai sekarang tidak tersentuh Hukum,
Dan pihak PT.PPSP sudah berulang kali mencoba Untuk Membenturkan warga dengan orang orang bayaran yang Menjadi Beking untuk bisa mengeluarkan CPO dari PKS tersebut, ucap Tina Rambe.”

Lanjutnya, Pihak pabrik trus melakukan Percobaan untuk mengeluarkan CPOnya dengan mengirim orang untuk bernegosiasi dengan masyarakat Pulo padang agar CPO yang ada di PKS PT. PPSP dapat di keluarkan yang mana kita ketahui sampai saat ini PKS tersebut belum bisa menunjukkan izin lengkap atas berdirinya pabrik tersebut, ujarnya.”

Berdasarkan pantauan awak media Jumat (10/11/2023) upaya yang cukup keras dilakukan orang Bayaran untuk segera mengeluarkan CPO yg ada di dalam PKS PT. PPSP yang terletak di di kelurahan Pulo padang.

Sekitar pukul 21.00WIB, terlihat mobil Truck CPO sedang ingin masuk kedalam PKS untuk mengisi muatan CPO, namun dihadang kuat oleh masyarakat Pulo padang khususnya Ibu ibu, sedangkan truk CPO dikawal oleh OKP namun tidak bisa tembus masuk kedalam pabrik.

Sambung Tina Rambe selaku masyarakat mengatakan CPO tersebut llegal karena berasal dari pabrik yang tidak jelas izinnya. Kami bisa saja melepaskan CPO tersebut asalkan pihak perusahaan (PT.PPSP) Mau berjanji dan memberi kesepakatan kepada masyarakat setelah CPO ini keluar tidak ada lagi aktifitas pabrik (pabrik ditutup), Pungkasnya.

Dan hingga sekitar pukul 22.10 Keributan Terus Terjadi Hingga pihak kepolisian dari Polres Labuhanbatu datang untuk melakukan pengamanan yang hampir terjadi pertikaian antara warga Pulo Padang dengan OKP yang mengawal Mobil Truck, hingga bentrokan tidak terjadi dan Tidak ada korban jiwa sebagai mana yang ditakutkan oleh warga.”

Dion & Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *