suararakyat.online

Bagikan Artikel

 

Suararakyat – Labuhanbatu

R.br Nainggolan mengharapkan Kepastian Hukum Atas Kasus yang Terjadi di wilayah hukum Polres Labuhanbatu.

 

 

Ia merasa kecewa terhadap kinerja Penyidik yang belum mampu menuntaskan perkara perusakan 307 tanaman sawit pada Jumat tanggal 21 April 2023, sekira pukul 14.00 Wib, di Dusun VII Alur Naga Desa Pangkatan Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu, yang dilakukan oleh Terduga Dr (nama panggilan), saat Ditemui Media Jum’at, 10/11/2023.'”

Kekecewaan pelapor yakni R. br. Nainggolan dan Helen Mercis Br. Pasaribu semakin besar karena tanah seluas 3 hektar yang telah mereka tanami sejak 27 tahun lalu itu kini sudah Mati Total dan telah dijual kepada orang lain.

Sambungnya, Kepada suararakyat.online, R. Br. Nainggolan mengatakan, perkara yang mereka laporkan dengan nomor LP /B/ 545 /NI 2023 / SPKT / RES LABUHANBATU / POLDA SUMUT, tanggal 26 April 2023, atas nama Pelapor R. Br NAINGGOLAN dalam perkara pengrusakan tanaman sawit.

Menurut R. Br. Nainggolan, hingga kini perkara itu belum ada titik terang dan belum diketahui waktu yang pasti perkara yang dilaporkan ditingkatkan ke penututan untuk disidangkan di Pengadilan Negeri Rantauprapat.

Lanjutnya, dirinya dan anaknya Helen Mercis sangat berharap perlindungan dan kepastian hukum agar bisa menjalani hidup yang aman dan nyaman.

“Kami berharap kepastian hukum dari bapak Penyidik Polres Labuhanbatu dan Polda Sumatera Utara untuk bisa Menuntaskan Laporan saya, ucap R. Br. Nainggolan terenyuh menunjukan rasa kecewanya.

Lebih lanjut R. Br.Nainggoilan mengatakan, kini tanah yang ditanami sawit tersebut sudah diperjual belikan oleh terlapor dan sudah pernah akan ditanami oleh pembeli. Hal ini menurut R. Br. Nainggolan merupakan buntut dari lambannya ditangani perkara ini.

Terpisah, Beriman Panjaitan, SH, MH selaku kuasa hukum Pelapor mengatakan, perusakan tanaman sawit sebanyak 307 Batang, dan ketika menanam kembali perusakan pohon sawit kembali berulang dilakukan dan kondisi sawit saat ini sudah mati.

Saat sawit di tanam kembali, lanjut Beriman, para pelaku kembali merusak tanaman baru tersebut, Dan kini laporan Perusakan Tanaman sawit ini sudah di mohonkan Gelar Perkara Khusus ke Polda Sumatera Utara cq. Dirkrimum dan Polres Labuhanbatu Demi Mendapatkan Kepastian Hukum Atas Kasus ini, Terang Beriman,”

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *