suararakyat.online

Bagikan Artikel

Suararakyat.online – Labuhanbatu

Pabrik kelapa sawit PT. Lingga Tiga Sawit (PKS PT. LTS) beralamat di desa lingga tiga kecamatan bilah hulu kabupaten labuhanbatu provinsi sumatera utara, sebelumnya sudah disurati oleh DPN – LKLH (Dewan Pengurus Nasional Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup).

Kemudian tim kolaborasi DPN – LKLH turun langsung mengunjungi PKS PT. LTS senin (6/11/2023) untuk mempertanyakan surat yang telah diterima oleh perusahaan tersebut yakni perihal kunjungan pemantauan pengelolaan limbah pabrik kelapa sawit dan dokumen lingkungan.

“Sesudah sampai di lokasi tim langsung menemui pos jaga atau kantor sikuriti PKS PT . LTS untuk melapor dan meminta untuk bertemu dengan pihak manajemen perusahaan.
Tetapi satu orangpun pihak manajemen perusahaan tersebut tidak ada diduga mereka bersembunyi karena takut dikonfirmasi tentang baku mutu limbah pabrik dan pengelolaannya.

Terus kami tidak sampai disini saja, akan melanjutkan laporan tertulis untuk mendalami tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di PKS PT . Lingga Tiga Sawit itu. Sesuai peraturan perundang undangan republik indonesia ucap Ramses sihombing Rabu (8/11/2023) penerima surat perintah tugas dari DPN – LKLH dari jakarta.

Pantauan awak media PKS PT. LTS berdiri di pinggiran daerah aliran sungai alam yaitu sungai Aek kundur.
Pasalnya sepanjang daerah aliran sungai Aek kundur tidak ada terlihat tanaman penghijauan untuk menahan tanah menjaga erosi juga menjaga habitat di lingkungan daerah aliran sungai tersebut.

Nampak di kantor sikuriti ada satpam yang bertugas Eko Wahyudi saat dikonfirmasi awak media mengatakan:

“kami tidak berkepentingan pula disitu bang, kami cuman pengaman tidak ada wewenang untuk ini pak, karena kan langsung sama pimpinan dan kami sudah konfirmasi dengan pihak pimpinan salah satunya KTU Awaluddin posisinya saat ini sedang di medan, jelas sikuriti yang bertugas dua tahun di pabrik kelapa sawit itu.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten labuhanbatu melalui Kabid penaatan Ahmad Rais Hasibuan dikantornya mengatakan, ” Mengenai limbah cair PKS yang ada di kabupaten labuhanbatu kita terima hasil laporan mereka memang dibawah baku mutu dan kalau kami melakukan pengawasan harus dibawah baku mutu hasil uji laboratorium nya.

Didampingi Ardi Siregar jabatan pungsional bagian tata lingkungan DLH menjelaskan, ” mereka mengelola limbah karena sudah memiliki izin dan kalau untuk pengawasan ada langsung dan pengawasan tidak langsung ucapnya

(/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *