suararakyat.online

Bagikan Artikel

 

Suararakyat.online | MEDAN –

Beriman Panjaitan,SH.MH, Bob Panjaitan,SH dan Halomoan Panjaitan, SH. sebagai Kuasa Hukum Memberikan pendampingan kepada Johannes Chandra Noto dalam pemeriksaan Kasus Penyekapan.

Johannes Chandra Noto hadir dalam pemeriksaan atas Laporan Polisi dengan Nomor : LP/452/VI/2023/SPKT/ Polsek Medan Area/ Polrestabes Medan/Polda Sumut tanggal 17 Juni 2023 Tindak Pidana Dugaan Pasal 333 ayat 1 KUHPidana yang terjadi pada hari Sabtu, 17 Juni 2023 sekira Pukul 16.33 Wib yang terjadi di jalan AR.Hakim No. 55 Kel.Sukaramai, Kec.Medan Area tepatnya di Toko Bursa Data.

Artini, Ibu korban yang sehari hari berjualan Bubur dan guru Honor mengungkapkan” saya Berharap Dalam pemeriksaan lanjutan ini semakin mempertegas dan Menambah poin atas kasus penyekapan, pemukulan, dan juga pemerasan Yang dilakukan oleh Terduga Pelaku.

Lanjutnya, Selama anaknya Disekap Para Pelaku Juga Menggunakan modus dengan meminta Uang tebusan Kepada Kami biar anak kami bisa bebas dan selamat dan Mengancam kalau tidak Diberi Tebusan maka Johanes Tidak akan berbentuk lagi, Bahkan Mereka memberi tawaran dengan menjual ginjal menutupi utang yang dibuat Oleh Johanes, atau Johanes akan mereka Kirim ke Kamboja.

Sebelum Kami memberi Tebusan, Terduga Pelaku terus melakukan pengancaman beberapa kali terhadap anak saya, Lalu selaku Orang tua johanes saya melaporkan Kejadian ini dan Mendapat respon yang cepat dari aparat Kepolisian dan berterima kasih sudah Langsung turun Ke lokasi untuk menjemput anak kami Dari lokasi Penyekapan.

Sebelumnya kami sudah sempat Berkomunikasi dan memberikan tembusan berupa perhiasan senilai Rp.10.000.000 dan uang sebesar Rp.8.000.000,- dengan mengharap anak kami bisa Dibebaskan dan di keluarkan dari lokasi penyekapan, tapi upaya itu tidak berhasil Karena Mereka Merasa Tebusan yang diberikan masih kurang.

Beriman Panjaitan saat ditemui awak media mengatakan ” hari ini pemeriksaan Johannes guna memperdalam penyidikan kasus penyekapan yang diduga dilakukan Majikan sesuai Pasal 333 ayat (1) KUHP yang menyatakan: Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum merampas kemerdekaan seseorang, atau meneruskan perampasan kemerdekaan yang demikian, diancam pidana penjara paling lama delapan tahun.

Dan hukum melarang seseorang untuk merampas kemerdekaan orang lain. Negara menjamin Hak Asasi Manusia bagi setiap warganya, Sebagaimana Pasal 4 UU HAM telah mengamanatkan : Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun.

Menyusul dengan Pasal 34 UU HAM juga memperkuat perlindungan atas hak kebebasan pribadi. Setiap orang tidak boleh ditangkap, ditahan, disiksa, dikucilkan, diasingkan, atau dibuang secara sewenang-wenang, beber Beriman.”

Sambungnya kehadiran kami untuk memenuhi panggilan Penyidik untuk pemeriksaan di Polsek Medan Area yang beralamat di Jl. Semeru No.14, Pusat Ps., Kota Medan, Sumatera Utara, Guna memberikan kesaksian dihadapan penyidik, Jum’at, (3/11/2023). Agenda pemeriksaan guna memperdalam penyidikan kasus penyekapan yang dialami Johannes Chandra Noto yang diduga dilakukan Majikan tempat ia bekerja selama ini.

Tambahnya, apapun alasannya setiap orang dilarang mengurung/merampas kemerdekaan orang lain dengan melawan hukum. Kalau pun seandainya ada persoalan hutang-piutang dapat dibicarakannya dan dicari solusinya untuk pembayaran dengan cara musyawarah ataupun Gugatan. hukum melarang seseorang untuk merampas kemerdekaan orang lain. Negara menjamin Hak Asasi Manusia bagi setiap warganya,ungkapnya.

 

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *