suararakyat.online

Bagikan Artikel

suararakyat.online – Aceh Tenggara

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, Nanggroe Aceh Darussalam. Disdukcapil Aceh Tenggara merupakan instansi pemerintah yang bertugas dalam pembantuan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil dan tugas lainnya yang diberikan sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya di wilayah Aceh Tenggara.

Fungsi dan tugas Dukcapil tersebut merupakan pelayanan dalam mengurus berbagai persuratan seperti membuat surat akta lahir atau akta kelahiran, surat dokumen kependudukan, kartu kelurga (KK), akta perkawinan, surat keterangan pindah, hingga pembuatan KTP-elektronik atau e-KTP.

Untuk warga yang akan mengurus dokumen pendudukan agar dapat menyiapkan syarat-syarat kelengkapan berkas.
Informasi cara, syarat dan biaya pengurusan (jika ada) dapat diperoleh melalui call center Dukcapil atau halo Dukcapil, Anda juga bisa mengakses website resmi Dukcapil untuk informasi umum. Bagi Anda yang membutuhkan pelayanan langsung dapat datang langsung ke kantor Dukcapil terdekat pada hari dan jam kerja / jam buka, (Kamis 2/11/2023).

Adanya Keperluan mengenai Data Kependudukan, Julfansyah dan Lindawati Menghubungi Awak Media suarrakyat.online M.Sabri (17-5-2023) dan minta informasi bagaimana Proses supaya bisa dapat bantuan dana dari dinsos, kemudian Mhd. Sabri menjelaskan atau meminta  Foto KK aslinya dan kirimkan Melalui Pesan WhatsApp, kemudian saya mengirimkannya, Lalu Beberapa saat kemudian Mhd Sabri menjelaskan melalui  komunikasi whatsapp bahwasanya di dalam Kartu keluarga tertera Pekerjaan  Saya dan Lindawati  tercatat Wiraswasta, dan itu menjadi  Faktor Utama sehingga tidak bisa mendapat Bantuan dari Dinas Sosial, bebernya.”

Lalu Selang Beberapa hari kemudian Saya bersama Lindawati membawa Kartu Keluarga dan KTP ke kantor Dukcapil untuk dilakukan  perbaikan Tetang jenis pekerjaannya Menjadi Petani/Pekebun, pungkasnya.”

Saat Berada di kantor Dukcapil Kabupaten Agara yang berada Di Jl. Blangkejeren – Kutacane, Kota Kutacane, Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, kami Diterima Seorang Wanita yang merupakan Pegawai dan Setelah Berkas Diterima, lantas Pegawai  itu meminta Nomor Kontak Lindawati yang bisa dihubungi (19/5/ 2023), dan mengatakan kepada Saya dan Lindawati akan dihubungi  kalau Kartu Keluarga dan KTP itu sudah siap dihubungi, ucap Julfansyah.”

Setelah  dalam 3 bulan kemudian ibu Lindawati mendatangi kantor Dukcapil yang berjarak sekitar lebih kurang 200 meter jauh nya, akan tetapi kehadirannya bukan disambut dengan Ramah oleh Pegawai  Dukcapil, melainkan diterima dengan tatapan mata yang melotot dengan meminta KTP (selembar ktp yang warna) pada hal ktp yang selembar warna tersebut sudah diserahkan ke kantor Dukcapil Agara, ucapnya.”

kemudian Lindawati pulang dan tidak mendapatkan hasil dari  kantor Dukcapil Aceh tenggara itu yang  bersebelahan dengan kantor  MAA. Saat melintas di Kantor MAA Lindawati  melihat awak media Mhd. Sabri lalu menegur dan Bercerita untuk dapat membantunya mengatasi Masalah KK dan KTP mereka yang belum Juga Siap padahal sudah hampir 6 bulan,ucapnya.”

Keberadaan saya di kantor MAA itu setelah mendapat telpon dari petugas MAA terkait dengan Dana BLT di kampung nya, Kemudian awak media Memberikan keterangan kepada Lindawati Akan segera mengusahakan.

Saat Memberikan Keterangan kepada awak media,  pegawai Dukcapil meminta selembaran KTP warna, dan yang ada hanya Fotocopy saja, dan pegawai Dukcapil Tidak mau terima.
Padahal Dukcapil bisa keluarkan selembaran KTP warna nya, Tolong Bantu saya katanya kepada awak media.”

dan Disaat yang sama seorang Narasumber yang dia tidak mau saya sebut namanya menambahkan, saya tadi juga Mau mengurus KTP anaknya dan Membayar sebesar Rp.20.000,- dan  hari ini KTP anaknya Bisa siap katanya, dan ibu itu menjelaskan KTP Anak nya itu patah yang rencananya anaknya tersebut akan pergi ke Malaysia, ungkap ibu itu.”

Menurut keterangan awak media suararakyat.online bahwa dengan banyak nya keluhan tentang pembuatan KK dan KTP yang terjadi di Aceh Tenggara, seringkali terjadi pembuatan ktp dan kk itu berminggu berbulan hingga setengah tahun maka di sinilah dugaan Pungutan uang atau pungli yang terjadi di kantor tersebut.

Kami meminta Kepada Pj. Bupati Aceh Tenggara Tgk. Syakir dan Inspektorat beserta Kajari Aceh Tenggara beserta Tipikor Saber Pungli agar segera di tindak lanjuti perbuatan tersebut dan pihak badan penegak hukum APH supaya memudahkan sistim pembuatan KK dan KTP di Aceh Tenggara dan Dirjen Dukcapil Prov. Aceh segera Melakukan Pengawasan.”

Peliput : Mhd Sabri

Terkait Pemberitaan suararakyat.online tersebut  melalui media  suararakyat.online dengan judul :
Lapor Pak Mendagri” Cetak KTP Di Dukcapil Aceh Tenggara 6 Bulan Baru Selesai

Sanggahan  Kadis Dukcapil Aceh Tenggara kalau Cetak KTP 6 Bulan Baru Selesai, Kalau Ada Pungli Silahkan Ditangkap”.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Aceh Tenggara, Abri, S.Pd, M.Pd membantah cetak KTP 6 bulan baru selesai. Seperti yang dipublikasikan di salah satu media online. Kalau ada oknum-oknum di Dukcapil melakukan pungli, silahkan ditangkap, karena sudah saya sampaikan kepada staf supaya bekerja sesuai aturan. Jika ada yang tidak mematuhi maka resikonya juga di tanggung oleh pelaku sendiri.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Abri, S.Pd di ruang kerjanya, Jum’at (3/11/2023), menjelaskan, saya merasa heran dengan terbitnya pemberitaan di media online yang menyebutkan bahwa untuk pembuatan KTP di Disdukcapil Kabupaten Aceh Tenggara butuh waktu selama 6 bulan. Saya nyatakan bahwa hal tersebut tidak benar sama sekali.

Abri, lebih lanjut menjelaskan, beberapa hari yang lalu memang rekan kita pers dari media online ada menghubungi saya melalui pesan WA. Supaya lebih jelas, lalu saya hubungi wartawan tersebut untuk menjelaskan. Namun dengan gaya arogan dia menjawab enggak perlu dijelaskan saya sudah tahu semuanya. Karena dia tidak perlu dijelaskan maka hp saya matikan, kata Abri.

Namun rekan pers tiba-tiba tayangkan berita yang isi beritanya tidak sesuai dengan fakta yang ada. Dalam berita yang sudah tayang menyebutkan, “Mengurus KTP di Disdukcapil butuh waktu 6 bulan,” padahal isi berita tersebut tidak benar. “Saya mau menjelaskan selaku objek pemberitaan dengan gaya arogannya dia menjawab sudah tahu semua enggak perlu dijelaskan,”sebut Kadis Dukcapil.

Padahal sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Disdukcapil bila masyarakat yang mengurus KTP setelah berkas administrasi lengkap dan blangko KTP tersedia langsung dicetak. Jika berkas administrasi tidak lengkap diminta kepada warga untuk melengkapinya. Kita berharap agar dapat memberikan informasi kepada masyarakat yang dapat menyejukkan bukan malah mengurangi semangat masyarakat dalam mengurusi pembuatan KK dan KTP.

Jika ada Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, silahkan ditangkap dan proses sesuai dengan hukum. Karena saya sudah ingatkan berkali-kali kepada pegawai dan staf di Disdukcapil supaya bekerja sesuai dengan aturan. Jika melanggar aturan maka resiko ditanggung sendiri, pungkas Abri mengakhiri.

Dengan terbitnya berita sanggahan dari Kadis Dukcapil Agara Awak media suararakyat.online menyatakan Terima kasih Kadis Dukcapil merespon pemberitaan terkait berita itu..

Mhd. Sabri Menjelaskan Mungkin rekaman nya sudah masuk di bulan tersebut tapi pengeluaran(cetakan nya baru semalam )saya ada di kantor tersebut dan menanyakan kepada petugas nya lang ada sensitive nya boleh anda lihat semua di kantor capil dan ibu itu sebagai saksinya.

Nara sumber :  Julfansyah dan Linda wati
Peliput : kabiro aceh
Mhd.Sabri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *