suararakyat.online

Bagikan Artikel

Suararakyat.online – Labuhanbatu

DPN – LKLH (Dewan Pengurus Nasional Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup) sebelumnya telah menyurati PKS PTPN lll Aek Nabara Selatan perihal kunjungan pemantauan pengelolaan limbah PKS (pabrik kelapa sawit) dan dokumen lingkungan.

Diduga limbah dari PKS PTPN lll Aek Nabara kecamatan bilah hulu, kabupaten labuhanbatu, provinsi sumatera utara, diatas ambang baku mutu yang dipompa dari kolam ke lokasi lahan perkebunan kelapa sawit sistem land aplikasi (LA) sudah bertahun tahun lamanya.

Kami dari DPN – LKLH akan melanjutkan pelaporan permasalahan yang ada tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang timbul karena kejahatan pelaku usaha atau perusahaan yang menghasilkan limbah tidak sesuai baku mutu atau ramah lingkungan.

Sesuai UU nomor 32 tahun 2009 pasal 70 yaitu:
(1) masyarakat memiliki hak dan kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk berperan aktif dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
(2) peran masyarakat dapat berupa:
(a) pengawasan sosial.
(b) pemberian saran, pendapat,usul, keberatan, pengaduan dan atau
(c) penyampaian informasi dan atau laporan.
(3) peran masyarakat dilakukan untuk:
(a) meningkatkan kepedulian dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (b) meningkatkan kemandirian, keberdayaan masyarakat dan kemitraan.
(c) menumbuhkembangkan kemampuan dan pelaporan masyarakat
(d) menumbuhkembangkan ketanggapsegeraan masyarakat untuk melakukan pengawasan sosial dan
(e) mengembangkan dan menjaga budaya dan kearifan lokal dalam rangka pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Lanjut kami dan tim kolaborasi akan mendalaminya sesuai dengan surat perintah tugas dari DPN – LKLH dikeluarkan di Jakarta yang kami terima, jelas Ramses Sihombing, jumat (3/11/2023).

“KTU PKS PTPN lll Aek Nabara selatan Sugiat mengatakan pada awak media, “ada surat dari lembaga masuk ke meja manajer, berhubung karena manajer ada urusan maka diarahkan kepada saya untuk melayani kedatangan tim orang bapak.

Dikantornya saat dikonfirmasi wartawan pak sugiat menyampaikan, ” saya tidak dapat memberikan dokumen hasil uji baku mutu limbah cair atau izin pengolahan air limbah. Kalau saya memberi berarti saya sama dengan membocorkan rahasia perusahaan ini, nanti saya bisa dipecat, itupun saya akan panggil orang yang menangani dan mengerti tentang limbah pabrik ini untuk menjelaskan kepada orang bapak/ibu, ucap KTU sugiat.

Kemudian ditempat yang sama telah datang bagian laboratorium bernama surya juga, ia mengaku sebagai sortasi asisten aquality asuranc selanjutnya menjelaskan: bahwa PKS PTPN lll Aek Nabara Selatan memiliki 5 kolam limbah.

“Ia pak PKS ini memiliki 5 kolam limbah, kolam pertama dan kedua disebut anaerobik terus kolam ke 3 dan ke 4 disebut kolam erobik terakhir kolam ke 5 yaitu kolam collekti sebelum kita pompakan ke land aplikasi (LA).
Kalau untuk analisa limbah dilakukan sebulan sekali pengujiannya di DLH asahan karena mereka mempunyai uji sertifikat berintegritas.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten labuhanbatu melalui Kabid penaatan Ahmad Rais Hasibuan dikantornya mengatakan, ” Mengenai limbah cair PKS yang ada di kabupaten labuhanbatu kita terima hasil laporan mereka memang dibawah baku mutu dan kalau kami melakukan pengawasan harus dibawah baku mutu hasil uji laboratorium nya.

Didampingi Ardi Siregar jabatan pungsional bagian tata lingkungan DLH menjelaskan, ” mereka mengelola limbah karena sudah memiliki izin dan kalau untuk pengawasan ada langsung dan pengawasan tidak langsung ucapnya.

(/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *