suararakyat.online

Bagikan Artikel

 

Suararakyat.online – Labura |

 

Pasca dilantiknya Safii Siagian sebagai kepala Desa (Kades) Siamporik pada tahun 2022 silam, secara notabene ia merupakan pelaksana tugas dan fungsi sebagai Kepala Desa yang menjalankan sistem roda pemerintahan diantaranya pembangunan infrastruktur disana.

Tercatat pada grafis realisasi APBDes tahun 2022, Desa Siamporik menggelontorkan belanja sub bidang pekerjaan umum dan penataan ruang sebesar Rp. 206.045.755 dan hanya terealisasi sebesar Rp. 151.000.000.

Meski terjadi SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggarang), belanja Desa untuk sub bidang pekerjaan umum dan penataan ruang di tahun 2023 bisa melonjak signifikan menjadi Rp. 568.119.625 yang kelipatannya mencapai lebih dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Melihat lonjakan anggaran belanja Desa tersebut, mengesankan Safii Siagian selaku Kepala Desa tetap optimis menjalankan roda pembangunan infrastruktur di Siamporik walau disinyalir belum bisa menggunakan anggaran secara optimal.

Namun, ada yang menarik pada pembangunan infrastruktur Desa Siamporik di tahun 2023 ini, yaitu pelaksanaan pekerasan jalan Dusun I Aek Sordang yang sama sekali tidak diketahui berapa besaran anggarannya, dari mana sumber dananya dan siapa pelaksananya karena tidak ada plank proyek terpampang disana.

Usut punya usut, pengerasan jalan yang mulai dikerjakan pada bulan Juli 2023 itu ternyata bersumber dari anggaran Desa Siamporik. Sayangnya, besaran anggaran belum juga diketahui karena masih tertutup akses informasi terkait hal itu.

Lebih mengejutkannya, selain pelaksanaan pekerjaan tanpa plank, terlihat material pekerasan jalan itu diperoleh dari lahan milik sang Kepala Desa Siamporik, Safii Siagian.

Hal itu terungkap dari keterangan salah seorang pekerja proyek disana. Dikatakannya, material jenis pasir batu (sirtu) diambil dari sungai kecil di lahan milik Kepala Desa, Safii Siagian. “ Dari sungai itu lah, tanah itu, tanah si Fi’i (sapaan Safii Siagian-red). Kami pun dia yang menyuruh kerja. Ada empat orang kami digajinya harian seratus ribu rupiah per hari,” aku pekerja yang tidak ingin namanya disebutkan.

Mengetahui hal ini, sontak Ketua Pimpinan Cabang (PC) LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) Kabupaten Labuhanbatu Utara, M. Nur Sipahutar, angkat bicara.

Dia menduga besaran anggaran yang digelontorkan untuk penyediaan material sirtu pekerasan jalan dimaksud jelas “masuk kantong” Kepala Desa Siamporik, Safii Siagian.

Alasannya, dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan Desa sudah dipastikan telah dianggarkan nominal pengadaan material sirtu. “Jika sirtu itu diperoleh dari lahan milik Kades, kuat dugaan anggaran material sirtu pun akan ‘masuk kantong’ Kades Siamporik,” ucap Sipahutar berargumen.

Praktik seperti ini, lanjut Sipahutar, sarat akan muatan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). “Safii Siagian terkesan menggunakan kekuasaannya sebagai Kepala Desa menjual material dari lahan miliknya kepada pemerintah Desa disana guna meraup keuntungan pribadi,” cetus Sipahutar tampak geram.

Ia pun bertekad akan menelusuri persoalan ini hingga tuntas, supaya anggaran Desa yang notabene juga uang rakyat itu tidak raib begitu saja tanpa pertanggungjawaban sama sekali.

Sangat disayangkan, Kepala Desa Siamporik, Safii Siagian tidak dapat ditemui wartawan di Kantornya guna konfirmasi terkait penggunaan material pekerasan jalan Dusun I Aek Sordang yang berasal dari lahan miliknya, Selasa (31/10).

Bahkan, saat dihubungi melalui telepon seluler maupun telepon via WhatsApp sang Kades sama sekali tidak merespons. Pesan konfirmasi wartawan via WhatsApp juga tidak digubris meski terlihat tanda terkirim dalam aplikasi. (SR/TT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *