suararakyat.online

Bagikan Artikel

 

 

Labuhanbatu –  Suararakyat Online.

Diduga oknum guru Sekolah Dasar Negri 07 Rantau Selatan Sungguh tega lakukan layangan tangan kepipi terhadap Dua murid BR dan ST oknum guru dengan inisial IM Nst Sekolah Dasar Negeri 07 Danau Balai Kecamatan Rantau Selatan tepatnya pada hari Hari Sabtu Tanggal 14 Oktober 2023 dikabarkan telah melakukan penamparan Terhadap Dua orang murid yang masih duduk dibangku kelas 3.

Oknum guru tersebut, berinisial. Im Nst penduduk Lorong tengah Perdamean Sigambal.

Penamparan yang dilakukan Im Nst pada inisial BR dan ST, ketika murid sekolah sedang keluar main – main dihalaman sekolah.

Disaat main – main, kedua murid, masuk keruang sekolah kelas 2 , disana mereka melihat, bermacam ragam pekerjaan tangan berupa gambar burung dan lain sebagainya.

 

Santoso mengajak Baron mengambil gambar tersebut dan memindahkannya keruangan kelas 3 dimana mereka saat ini belajar.

Rencana mereka berdua belum kesampaian, keburu guru kelas mengetahui dari salah seorang teman mereka, tentu saja mendengar laporan salah seorang murid ada Dua temannya hendak memindahkan gambar pekerjaan tangan murid, beliau marah besar, dengan emosi menghampiri ke Dua murid tersebut, sembari menghadiahi tamparan langsung mengenai pipi kedua murid BR dan SN.

Setelah pulang sekolah, kejadian itupun disampaikan kedua murid tersebut pada ibu mereka masing – masing, seperti yang disampaikan Baron pada ibunya, sambil menahan isak tangis Baron menyampaikan pada ibunya, tadi siang mak saat kami keluar main – main, Baron dan Santoso ditampar oleh ibu guru Im Nst , ibu Baron kembali bertanya, kenapa kalian sampai ditampar bu guru, dijawab BR, karena saya bersama SN mau memindahkan gambar yang ada melekat didinding lokal kelas 2 rencana mau kami pindahkan kelokal kami kelas 3 jadi ada kawan yang ngasi tau sama guru kelas, dengan spontan buk guru menampar kami berdua, ujar pada ibunya.

 

Mendengar penjelasan Baron, ibunya merasa terkejut, masak , kan gara – gara sepele ibu guru tega menampar kalian berdua, cetus ibu baron pada awak Media Suara Rakyat Onlaein

Sekarang ini , setau saya, tidak dibenarkan guru selaku pendidik melakukan kekerasan pada murid disekolah, jadi saya selaku orang tua baron merasa keberatan atas perbuatan guru terhadap putranya, sebutnya pada awak Media Suara Rakyat Onlaein

Sebab pemerintah RI sejak tahun 2005 telah membuat undang – undang tentang perlindungan anak, diatur dalam Undang Undang no. 35 Tahun 2014 , Perlindungan hukum terhadap kekerasan pada anak, dapat dipidana ancaman hukuman 3 tahun 6 bulan penjara dan didenda Rp. 72.juta

Kepala sekolah SDN. 07 Danau Balai Kecamatan Rantau Selatan, Ibu Srik Dalimunthe, saat dikonfirmasi pada hari Rabu tanggal 17 Oktober 2023 diruang kerjanya, membenarkan, cuma bukan ditampar, hanya dielus kepalanya, ujarnya menjawab awak Media.Suara Rakyat Onlaein

Jawaban tersebut, menurut ibu Baron pada awak media Suara Rakyat Onlaein , cuma untuk menutupi kelemahan guru kelas tersebut, agar tidak dijadikan masalah.

Tempat terpisah, Kadis Pendidikan Labuhanbatu, Asrol. Azis Lubis saat dihubungi awak media terkait penamparan Dua murid di SDN. 07 Danau Balai melalui WhatsApp mengucapkan terimakasih dan akan saya menindak lanjutinya.

Salah seorang warga Danau Balai yang tidak ingin ditulis namanya pada awak media mengatakan, dari dulunya kalo guru – guru terkesan arogan, terhadap murid – murid disekolah ini, salah sikit main tampar, sebutnya pada awak media Suara Rakyat Online. ** Penulis **

( DR.Rangkuti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *