suararakyat.online

Bagikan Artikel

======================
Aceh Tenggara – Suararakyat online

Peningkatan ruas jalan simpang Lawe Desky muara situlen Batas batas kota Subulussalam nomor kontak, 04-ASE/BANG/PUPR/APBA/2023 dengan nilai kontrak, Rp. 10.465.476.000, Volume satu unit kemudian perencanaan CV.Sarena Consultant, Pelaksananya CV.Azzam Pratama, pengawas PT.Abadi Mitra Pratama Consultant mulai dikerjakan 3 Mei 2023 sampai 29 November 2023 bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA)

Dari informasi yang dihimpun media ini, adapun uraian singkat dari pekerjaan proyek Peningkatan ruas jalan simpang Lawe Desky muara situlen Batas batas kota Subulussalam yakni yang pertama ruang lingkup pekerjaan.

Pengerjaan proyek itu memakai sistem manajemen keselamatan konstruksi (SMKK), drainase, pekerjaan tanah dan Geosentetik, perkerasan berbutir dan perkerasan beton semen, kemudian struktur dan pemeliharaan kinerja.
Kedua, urai pekerjaan yakni Mobilisasi, kemudian tetap menggunakan sistem manajemen keselamatan konstruksi ( SMKK), galian untuk selokan dan saluran air, pemasangan batu dengan mortal, galian biasa, timbunan biasa dari sumber galian, timbunan pilihan (berbutir) dari sumber galian, penyiapan badan jalan, lapis pondasi agraget kelas A, lapis pondasi agraget kelas B, lapis pondasi agraget kelas S, lapis resap pengikat- aspal cair/emulsi, laston lapis Antara (AC-BC), beton struktur FC`20 MPa, beton Fc `15 Mpa, beton Fc`10, Baja Tulangan Bjtp 280, Pasangan Batu, Bronjong dengan kawat ya g dilapisi Galvanis, Perbaikan Lapis Pondasi Agregat Kelas A, Perbaikan Lapis Pondasi Agregat Kelas B, dan perbaikan Aspas Panas.
Dan yang ketiga lokasi pengejaan di Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh.

Demikian uraian singkat proyek Peningkatan ruas jalan simpang Lawe Desky muara situlen Batas kota Subulussalam, ditetapkan di Banda Aceh, pada tanggal 20 Maret 2023. ditandatangani oleh Dr.Hasrizal Kurnia ST.MT selaku Kuasa Pengguna Anggaran( KPA) Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR) Aceh.

Terkait itu, Ketua LSM KOREK Aceh Tenggara Irwansyah Putra ditempatkan yang berbeda mengatakan, Alat yang digunakan untuk pekerjaan Beton Struktur fc ’20 Mpa adalah Truk Mixer, Excavator Sedangkan untuk material yang digunakan adalah batu pecah ukuran 2/3 , batu pecah ukuran 1/2 , pasir dan semen.

Dia juga menjelaskan untuk pengaspalan lapis pondasi agraget kelas A, dan kelas B, kemudian lapis pondasi agraget kelas S, ditambah lapis resap pengikat- aspal cair/emulsi, merupakan standarisasi pengaspalan.

Kendati pihaknya belum melakukan pengecekkan dilapangan Dia berharap proses pengerjaan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *